Denpasar, Baliwakenews.com
Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali dipastikan optimis untuk menatap ajang Pra-PON yang digeber pada 20-27 Agustus 2023 di Surabaya. Namun, target di ajang itu cukup tinggi karena dipatok untuk meraih setidaknya 5 keping medali emas sekaligus merebut tiket PON 2024 sebanyak-banyaknya.
Kabid Binpres Pengprov MI Bali, Marcos Manurung saat diwawancara Kamis (13/4) mengatakan saat ini para atlet tengah digembleng sekaligus dipantau perkembangannya untuk menentukan tim definitif. “Saat ini ada 46 atlet, untuk definitifnya berjumlah 25 yang turun di kelas tarung dan seni. Kemungkinan bulan Juni sudah tim definitif,” ujar Marcos Manurung.
Optimisme itu juga lahir karena dari segi aturan fighter professional diperbolehkan tampil di ajang Pra-PON maupun PON mendatang namun syaratnya yang bersangkutan minimal dua kali mengikuti ajang di tingkat provinsi seperti kejurda. Kepastian ini bahkan langsung diutarakan oleh PB MI karena mengacu dari aturan Internasional. “Sekarang sudah mengacu ke Thailand. Bahkan di Thailand itu fighter professional mereka mewakili negaranya di ajang seperti SEA Games sampai Olimpiade. Dan Indonesia sekarang mulai mengikuti aturan tersebut,” tegas Marcos Manurung yang juga promotor kejuaraan muaythai profesional ini.
Dan di tengah seleksi menuju tim definitif Pra-PON, saat ini ada 3 fighter yang statusnya adalah profesional di kelas tarung. Ketiganya adalah Jemmy Tobere di kelas 51 kg, Fahri Alamsyah 65 kg, dan Maruli Nainggolan di kelas 67 kg. Namun kata Marcos, dari pantauannya ada beberapa fighter amatir yang levelnya sudah bisa mengimbangi atlet profesional. “Dari pantauan kami ada 10 atlet amatir yang levelnya sudah bisa imbangi fighter pro itu. Jadi jika dikalkulasikan dengan yang pro, ada 13 potensi fighter yang berpeluang meraih medali emas maupun perak di Pra-PON. Ini baru secara teori,” tegasnya.
Dan nantinya pada 27 April 2023 mendatang, teori itu akan coba dibuktikan dalam ajang Kejurda Bupati Cup Klungkung yang mana fighter pantauan atau proyeksi untuk Pra-PON itu akan turut dilibatkan. “Apakah teori itu benar, wajib harus dibuktikan. Bukan asal tentukan atlet,” sebutnya.
Lantas bagaimana dengan rival di Pra-PON nanti? Marcos Manurung menyebut ada 4 provinsi yang berpotensi menjadi penjegal Bali seperti Aceh, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Barat. “Saya tahu track record atlet empat provinsi itu karena sering ikut kejuaraan professional. Bahkan Jawa Barat, atletnya banyak tampil di kejuaraan kick boxing,” tandasnya. BWN-06





























