Carangsari, baliwakenewa.com
Untuk menghormati jasa (Alm) I Gusti Ngurah Alit Yudha tokoh Puri Ngurah Rai Carangsari yang juga merupakan putra ketiga, pasangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dengan Desak Putu Kari yang telah berpulang pada 12 Desember 2022 akibat sakit jantung, di RSUP Prof IGNG Ngoerah (RSUP Sanglah) Denpasar, Jumat (10/2) Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa menghadiri puncak upacara pelebon untuk menghantarkan almarhum menuju setra Desa Adat Carangsari menggunakan bade tumpang 9 setinggi kurang lebih 19 meter. Turut hadir Walikota Denpasar Gusti Ngurah Jaya Negara beserta istri, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, Ketua KONI Bali IGN Oka Darmawan, Perwakilan TNI, Ida Dalem Semaraputra, tokoh puri dan tokoh masyarakat.
Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan ucapan belasungkawa serta rasa duka yang mendalam atas berpulangnya mendiang Gusti Ngurah Alit Yudha. “Mewakili pemerintah dan segenap masyarakat Kabupaten Badung kami turut berbela sungkawa menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya I Gusti Ngurah Alit Yudha. Semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik disisi Ida Sang Hyang Widhi dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkapnya .
Menurut Bupati Giri Prasta sebagai tokoh puri, tokoh politik dan tokoh masyarakat, Almarhum memiliki komitmen tinggi berkiprah mengisi kemerdekaan dan terbukti jasanya banyak dikenang masyarakat. Dirinya banyak belajar dari almarhum dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dan kesatuan bangsa. “Beliau merupakan tokoh puri yang menginspirasi diri saya dan saya banyak belajar dari Beliau,” kenangnya.
Sementara itu salah satu putri mendiang, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha yang juga anggota DPRD Badung Dapil Petang mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati Badung bersama Ketua DPRD dan tokoh lainnya karena telah ikut mengantarkan almarhum menuju peristirahatan terakhirnya di setra Desa Adat Carangsari. “Kami mewakili pihak keluarga almarhum mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak jika ada kekhilafan almarhum semasa hidup, mohon dimaafkan serta doakan supaya almarhum mendapat tempat yang terbaik,” harapnya.
Sementara Pantauan tim baliwakenews di lokasi, masyarakat dari sejumlah banjar berkumpul di depan puri menunggu pukul 12.00 lebih. Sebelum jenazah dinaikan ke bade, terlebih dahulu diberikan penghormatan terakhir oleh Pemuda Panca Marga, karena sebagai pendiri Pemuda Panca Marga. Setelah itu jenazah akan diusung oleh warga Desa Carangsari bersama keluarga.
Layon disambut atau dijemput oleh Tari Baris Tekok Jago untuk menaikan ke Bade. Sedangkan, bade diusung tidak hanya oleh krama dari Desa Carangsari, namun juga dari Desa Catur, Kintamani, dan seluruh desa di Kecamatan Petang. Bahkan, dari Pelaga, Belok Sidan, Petang, Auman, termasuk seluruh warga Desa Carangsari.
“Untuk bade yang digunakan itu tumpang sia (sembilan). Karena sesuai dengan tradisi leluhur yaitu trah Arya Sentong di Puri Carangsari dan saat saat pembakaran akan menggunakan Naga Kaang,” ungkap Ida Bagus Namarupa, perwakilan dari Puri Carangsari.
Menurutnya, pengusung Bade akan dilaksanakan estafet sebanyak empat kali. Sebab, bade yang menghantarkan jenazah sangat berat. Setiba di setra juga akan dituntun oleh Baris Tekok Jago sebelum menuju pembakaran. “Setelah menjadi abu, akan dipungut untuk dilaksanakan ngereka. Setelah seluruh prosesi upacara selesai di setra akan dilakukan ngayut di pantai Matahari Terbit,” ucapnya.
Seperti diketahui, Sepak terjang Gusti Ngurah Alit Yudha di politik tidak diragukan lagi. Alm sempat menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Bali 1999-2005. Alm juga adalah politisi senior dari Partai Golkar yang pernah menjadi anggota DPR RI di masa Orde Baru. Alm juga sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantimbang) DPD I Golkar Bali. Pria kelahiran 1946 ini merupakan anak ketiga dari dua bersaudara, yakni I Gusti Ngurah Gede Yudana, I Gusti Ngurah Tantra.BWN-05

































