Jimbaran, baliwakenews.com
Balwawista Badung memperketat pengawaasan di sejumlah titik perairan di kawasan Kuta Selatan. Terutama di titik-titik rawan yang berpotenai terjadinya kecelakaan. Seperti kawasan Water Blow Nusa dan Pantai Geger Nusa Dua. Kawasan lain yang juga menjadi atensi penyelamat pantai ini adalah kawasan Uluwatu, Ungasan, Kutuh hingga ke Pantai Muaya Jimbaran. Hal itu diungkapkan Kapala UPTD Balawista Kutsel Wayan Somer Selasa (6/9/2022).
Balawista asal Desa Pecatu, Kutsel ini memaparkan antisipasi atau pengawasan ketat ini dilakukan mengacu pada kondisi cuaca terutama angin kencang yang sempat terjadi beberapa hari lalu yang memicu munculnya gelombang tinggi. Selain itu langkah preventif ini kata dia untuk mendukung pelaksanaan event internasional G20 yang rangkainnya sudah digelar di Nusa Dua. Karena hampir sebagian besar delegasi dari berbagai negara ini tinggal di kawasan Nusa Dua dan Kutsel secara umum. “Jadi antisipasi kami lakukan di sejumlah titik rawan dengan memberikan sosialisaai dan imbauan akan kondisi terupdate. Terutama di titik-titik rawan kecelakaan air,” papar Anggota Balaeista senior tersebut.
Dia juga sudah menginstruksikan jajarannya bukan hanya di kawasan Nusa Dua tetapi di semua Pos yang ada di Kutsel untuk melakukan antisipasi dan siaga setiap saat. Sebab gelaran G20 ini akan diikuti berbagai delegasi di dunia yang dipastikan juga akan memanfaatkan waktu luang mereka untuk berwisata ke Pantai. Terutama yang terdekat dari tempat mereka menginap atau lokasi acara.
“Kami sudah meminta agar anggota Karena baik di Pos Nusa Dua, Kutuh, Ungasan, Pecatu dan Labuan Sait hingga Jimbaran senantiasa waspada dan intens melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu juga memberikan imbauan dan sosialisasi kepada pengunjung agar mentaati rambu-ramhu yang ada serta kawasan yang rawan karena arusnya yang kuat,” papar Somer.
Selain itu, seijin pimpinannya di Badung, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadi korban. “Sebagai garda terdepan penyelamatan di air tentu kami harus terus waspada dan mengasah kemampuan agar penyelamatan dan pencegahan jatuhnya korban bisa maksimal,” tegasnya.
Pengawas Balawista Nusa Dua, Nyoman Murcita menambahkan angin kencang memang sempat terjadi beberapa hari lalu. Pria asal Nusa Dua ini juga mengungkapkan kalau saat ini kondisi sudah kembali normal. “Meski demikian kami tetap melakukan antisipasi bersama teman-teman. Terutama kaitannya dengan mendukung pelaksanaan G20 yang berlangsung di Nusa Dua,” ungkapnya.
Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan pengelola kawasan ITDC sebagai antisipasi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti atensi kawasan Water Blow dan Pantai Geger. Karena di kawasan Water Blow yang ada di areal ITDC sempat beberapa kali terjadi gelombang tinggi yang bisa membahayakan pengunjung.
Ketika gelombang tinggi biasanya kami melakukan imbauan di pintu masuk agar pengunjung berhati-hati. “Kalau gelombangnya sangat tinggi terkadang lokasi water blow ditutup sementara,” ujarnya ditemui saat mendampingi Kabag TU Dewa Nyoman Sudirta. Demikian juga di Pantai Geger yang beberapa kali terjadi pengunjung tidak sadar air pasang dan terjebak di dalam tidak bisa keluar. “Beberapa kali kami sempat mengevakuasi pengunjung yang terjebak di sana,” ujarnya,” pungkasnya. BWN-04





























