Mangupura, baliwakenews.com
Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi pemerintah pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022 yang telah mengalokasikan anggaran yang memadai terhadap program-program strategis dan wajib. Seperti, anggaran pendidikan sebesar 20,94 persen dari total belanja daerah. Sedangkan, anggaran kesehatan sebesar 14,47 persen dari total belanja daerah yang dirancang sebesar Rp. 4,1 triliun lebih.
Apresiasi tersebut disampaikan pada rapat paripurna dalam Pemandangan Umum (PU) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022, Kamis (25/8).
Pada PU yang dibacakan Wayan Loka Astika, Fraksi tergemuk di DPRD Badung itu juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Badung yang telah mengambil langkah-langkah cepat dan fokus dalam rangka mendukung dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah tahun 2022. “Hal tersebut terbukti realisasi PAD semester pertama dan berbagai analisa menunjukkan trend positif. Sehingga berpengaruh terhadap proyeksi APBD tahun 2022 dapat realistis,” ujarnya.
Selain program penunjang urusan pemerintah daerah, program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat juga dialokasikan anggaran yang memadai. Seperti, bidang pangan, sandang dan papan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama dan budaya, pariwisata, infrastruktur, perlindungan sosial, penataan ruang dan lingkungan serta ketertiban umum.
Begitu pula lanjut Loka Astika, dalam strategi pencapaian pendapatan daerah, pemerintah telah melakukan terobosan-terobosan seperti melaksanakan optimalisasi pemungutan pajak dan menggali potensi yang masih memungkinkan untuk dikembangkan.
Berdasarkan uraian tersebut, Fraksi yang dipimpin I Gusti Anom Gumanti tersebut menilai postur dan komposisi rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022 telah menunjukkan anggaran yang rasional. “Itu mencerminkan prinsip kehati-hatian dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sehingga kami Fraksi PDIP dapat menerima semua program pemerintah yang diajukan untuk disepakati dan ditetapkan menjadi peraturan daerah,” katanya politisi asal Kelurahan Benoa, Kuta Selatan tersebut.
Pada Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 pendapatan daerah dirancang sebesar Rp. 3,6 triliun lebih mengalami peningkatan dari APBD induk tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 698 miliar lebih. Sementara belanja daerah dirancang sebesar Rp. 4,1 triliun lebih mengalami peningkatan sebesar Rp. 853,6 miliar lebih setara 26,00 persen dari APBD induk sebesar Rp 3,2 triliun lebih. Terhadap defisit sebesar Rp. 419 miliar lebih akan ditutupi dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 469 miliar lebih setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 50 miliar. BWN-05

































