Nusa Dua, baliwakenews.com
Yayasan Paiketan Lembaga Keuangan Bali, Rabu (10/8) menggelar pelatihan Tata Kelola LPD di Nusa Dua. Adapun tema yang diangkat dalam pelatihan tersebut yakni, Strategi Tingkatkan Kinerja Keuangan LPD melalui Analisa Portofolio Assets & Liabilities Berbasis Pricing & Resiko. Tampil sebagai narasumber tunggal yakni Direktur CV ARMS (Artha Risk Management Sollution), I Nengah Artha. Sedangkan sebagai tuan rumah penyelanggaran ini yakni LPD Bualu. Pelatihan yang dibuka oleh perwakilan Dinas Kebudayaan Kab. Badung disambut antusias peserta dari 25 LPD anggota Paiketan tersebut serta beberapa pengurus koperasi.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Yayasan Paiketan Lembaga Keuangan Bali, I Putu Suryadinatha yang juga Pemucuk LPD Tegal serta Pemucuk LPD Bualu, Made Astika selaku tuan rumah serta undangan lainnya. Di sela-sela kegiatan Pemucuk LPD Bualu, Made Astika yang juga duduk sebagai Pengawas di paiketan ini mengungkapkan dalam pandemi ini kondisi yang dihadapi sejumlah LPD memang cukup memprihatinkan. Namun dengan ilmu yang didapat dari Direktur ARMS, Nengah Artha LPD yang nyaris bangkrut bisa bangkit dan bahkan menghasilkan laba.
Dimana dalam ilmu ini kata dia manajemen pricing dan resiko serta bagaimana melihat assets serta Liabilities merupakan hal yang sangat penting. “Dulu kita berpikir aktiva yang menghasilkan namun ternyata pasifa juga menghasilkan. Kayaknya ini suatu yang tidak mungkin tetapi faktanya terbukti bisa,” papar Astika sembari menambahkan selain ilmu ini, dampak positif dari huhungan yang harmonis antara pengurus LPD dan prajuru desa adat juga sangat penting dalam menghadapi permasalahan LPD. “Harapan saya ke depan kepada semeton LPD yang lain, jangan buru-buru ikut tetapi yuk lihat dulu bukti hasilnya yang kami dapat. Kami tidak memberikan janji tapi bukti,” imbuhnya.
Dia juga menegaskan kalau kehadiran paiketan ini bukanlah pesaing dari lembaga yang ada. Namun diibaratkan sebagai bimbingan belajar (Bimbel) untuk menambah ilmu selain yang didapat di sekolah formal. Ketua Yayasan Paiketan Lembaga Keuangan Bali, I Putu Suryadinatha menambahkan Paiketan tersebut merupakan wadah atau jembatan bagi anggota yaitu LPD yang ingin belajar tata kelola LPD dengan Nengah Artha dari ARMS. Salah satunta yakni dengan melaksanakan diklat bersama dan berinteraksi langsung dalam menjalankan tata kelola LPD dan eksekusinya di lapangan.
“Diklat tersebut merupakan kelanjutan yang sudah dilaksanakan di bulan april lalu. Latar belalakng piketan ini adalah bagaimana LPD yang lumayan banyak ingin belajar dengan tata kelola manajemen dibidani oleh Pak Nengah dari AMRS, sehinga di dalam pembelajaran ada kekuatan dan pergerakan bersama. Di sini juga ada dari koperasi,” bebernya sembari menambahkan dampak yang dirasakan sangat luar biasa selama mempelajari ilmu yang diajarkan oleh AMRS tersebut.
Bahkan ada teman temannya di LPD yang sudah bergabung dengan keilmuan ini yang sebelummya sakit bahkan sekarat bisa bangkit kembali. “Dengan harmonisnya pengeleloa dengan pengawas dan pemilik ditambah keilmuan ini bisa memperceoat kebangkitan LPD yang mengalami masalah dan tidak ada persyaratan khusus bagi LPD yang ingin bergabung dan belajar bersama dalam paiketan tersebut. “Dari 25 anggota paiketan ini hampir semuanya sebelumnya boleh dibilang sakit. Setelah ikut dalam pelatihan tata kelola akhirnya sudah bisa merasakan dan terbukti hasil dari ilmu yang didapatnya,” bebernya.
Sementara itu, selaku narasumber Nengah Artha menegaskan tidak diperlukan waktu lama untuk menyerap ilmu yang diajarkan. Yakni tidak lebih dari 6 bulan ilmu tersebut sudah bisa dikuasai dan dipraktekan langsung. Karena dalam ilmu tata kelola yang ditransfernya ini nantinya akan membedah sperti apa tubuh LPD dan diagnosa serta diuji dan dicarikan pemecahannya. Dari sisi manajemen tata kelola LPD dilihatnha ada dua kelemahan baik dai sisi Liabilities dan assets. Bahkan Termasuk pricing yang belum diketahu dan belum diterapkan. Selain itu juga ada manajemen Resiko yang juga belum dikenali. “Strategi yang saya ajarkan ini dipakai mendiagnosa tubuh LPD ini ” imbuhnya.
Ilmu ini sambung dia akan menguji setiap elemen portifolio assets dan Liabilities serta mengetes apa ada aktiva yang tidak produktif yang juga harus dikaji serta pengaruhnya terhadap kinerja LPD harus dibedah. Dia berpesan agar bertata kelola dalam menjalankan LPD dan ilmu tata kelola ini harus terus dikejar. Testimoni akan manfaat ilmu ini juga disampaikan salah seorang peserta yakni Pemucuk LPD Tengkulung Ayu Putu Oka Wirayanti. Dia mengungkapkan sejak mendapat pendampingan dari Nengah Artha dari AMRS, pihaknya merasakan lebih terbuka wawasannya tentang tata kelola LPD.
Walaupun baru sekali pertemuan diungkapkannya dampaknya bisa dirasakan dalam melangkah untuk bangkit dalam situasi pihaknya yang terpuruk saat ini. “Karenanya kami dengan sungguh- sungguh akan belajar di dalam pendampingan ini dibantu teman-teman di paiketan yang sudah banyak mensuport LPD kami yang saat ini sedang terupuruk dan sangat parah. Mudah mudahan dengan ilmu tata kelola dari Pak Nengah Artha ini ke depan kami bisa bangkit lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. BWN-04

































