Bualu, baliwakenews.com
Desa Adat Bualu menggelar Dresta Lango dan Dharma Shanti XV bertempat di Pura Desa Adat Bualu, Minggu (11/4). Acara yang dikemas sederhana dengan tatanan protokol kesehatan Covid-19 ini dibuka secar resmi oleh Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita. Pembukaan acara yang dihadiri Anggota Dewan Bali dan Badung dari Bualu serta tokoh lainnya ini ditandai dengan pemukulan gong. Dalam paruman agung ini dilakukan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Triwulan Desa Adat Bualu serta rencana kerja di tahun 2021. Disusul juga laporan LPJ LPD Bualu dan Bupda Desa Adat Bualu.
Selain itu juga dilakukan pembacaan dan penyerahan Purana Desa Adat Bualu oleh Tokoh Masyarakat Bualu, Ketut Sarya AR kepada Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita. Acara juga dirangkai dengan Pengukuhan Paiketan Krama Istri Desa Adat Bualu, Pengukuhan Sekaa Gong Asta Bhuana Duta Desa Adat Bualu, penyerahan piagam Dresta Kusuma serta penyerahan cincin dan penghargaan kepada Prajuru Desa Adat Purnabhakti.
Sedangkan tema yang diangkat dalam Dresta Lango tahun ini yakni Anguripta Taksuning Bhuana yang artinya, membangkitkan kembali kekuatan dan kejayaan desa adat bualu dalam keseimbangan yang harmonis menuju Moksartham Jagadhita. Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita dalam sambutannya mengungkapkan
Desa Adat Bualu terdiri dari delapan Banjar Adat yang terletak di Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung mempunyai jumlah KK adat sebanyak 2.646 KK Adat atau yang biasa disebut KK Gegem. Sedangkan mata pencahariannya sebagian besar sebagai pegawai Hotel, Nelayan, Buruh, ASN dan pekerja lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Mudita juga memaparkan tentang kelembagan Desa Adat Bualu, laporan Posisi Keuangan Desa Adat Bualu yang sudah kami susun untuk Triwulan pertama dari 1 Januari sampai 31 Maret 2021, serta yang telah dilakukan Desa Adat Bualu hingga saat ini.
Seperti perbaikan dan penataan Pura Desa Adat Bualu, rapat membahas tentang Tata Cara Ngadegang Prajuru Kelembagaan Pemerintahan Desa Adat Bualu, pembahasan Prajuru Desa Adat Bualu mengenai Rainan Jagat serta banyak lagi capaian serta kegiatan lainnya yang telah dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut Mudita juga memaparkan berbagai rencana kerja yang telah disusun Prajuru Desa Adat Bualu. Dari baga Parahyangan, palemahan dan Pawongan. Termasuk terkait Rencana Anggaran Pendapatan & Belanja Th. 2021. Mudita lebih jauh memaparkan, Dreta Lango ini sebenarnya adalah acara tahunan yang dilaksanaan seusai Nyepi. Namun karena pandemi covid-19 pelaksanaanya dilakukan sangat sederhana tanpa pawai ogoh-ogoh.
“Ini Lebih pada paruman agung yang dilakukan tahun ke 15. Penyampaian LPJ prajuru dan lembaga yang ada di bawah desa adat bualu serta rencana kerja ke depan,” ujarnya.
Biasanya acara ini digelar di catus pata dengan mengundang banyak stakehokder. Namun kali ini dikakukan sesederhana mungkin dengan penerapan protokol sesuai arahan pemerintah. “Tahun ini maknanya sama, hanya saja dalam hal ini tidak menyajikan hiburan dan kami fokus pada pelaporan. Astungakaa LPD masih berdiri sehat. Bupda juga bisa menghasilkan sesuatu walaupun masa pandemi. Di desa adat bualu juga bisa berbuat dan berjalan melanjutkan rencana kerja mesti suasana pandemi,” paparnya sembari memaparkan untuk rencana kerja berikutnya pihaknya akan melakukan penataan pasar, setra serta pengelolaan sampah oleh Bupda.
Ketua Panitia, Ketut Nesa memaparkan Dresta Lango kali ini memang berbeda dari sebelumnya. Seperti adanya pembacaan purana dan laporan LPJ Prajurun dan lembaga lainnya. Dia mengapresiasi prajuru yang baru dilantik Desember bisa menggelar dresta lango di tengah pandemi. “Bendesa baru ini memang luar biasa. Gerakannya cepat, kalau orang bilang Ngegas. Kami harus bisa mengikuitnya,” ujarnya. BWN-04
































