Jelang Galungan, Sekda Bali Minta Warga Tak Panic Buying: Stok Pangan Dipastikan Aman

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Pemerintah Provinsi Bali memastikan ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan masyarakat tetap aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Namun, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru berpotensi memicu kelangkaan dan gejolak harga di pasaran.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu (10/6/2026).

Menurut Dewa Indra, pengawasan terhadap stok dan distribusi kebutuhan masyarakat telah dilakukan sejak dini seiring meningkatnya aktivitas belanja menjelang hari raya.

“Pengawasan sudah kita lakukan sejak sekarang mengingat Hari Raya Galungan dan Kuningan semakin dekat. Masyarakat mulai membeli berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan pokok, daging, bumbu dapur, LPG hingga sarana upacara seperti bahan banten dan penjor,” ujarnya.

Baca Juga:  TPA Suwung Terbakar, Tim Berupa Lakukan Pemadam

Ia menegaskan, pemantauan tidak hanya dilakukan menjelang Galungan, tetapi akan terus berlanjut hingga beberapa hari setelah Hari Raya Kuningan guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

“Kita wajib menginformasikan secara luas bahwa ketersediaan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Dengan demikian, masyarakat tidak melakukan panic buying yang berpotensi menimbulkan penimbunan dan kelangkaan barang di lapangan,” tegasnya.

Selain menjamin kecukupan stok, Pemprov Bali juga memastikan distribusi antardaerah berjalan lancar. Koordinasi Satgas Pangan di seluruh kabupaten/kota diperkuat agar daerah yang mengalami kekurangan pasokan dapat segera dibantu oleh wilayah yang memiliki surplus produksi.

Dewa Indra mencontohkan Kabupaten Buleleng yang saat ini memiliki kelebihan stok sejumlah komoditas strategis. Ketersediaan cabai mencapai 76,48 ton dengan kebutuhan sekitar 5,34 ton. Sementara stok bawang merah mencapai 145,93 ton dengan kebutuhan 5,93 ton, serta bawang putih sebanyak 191,42 ton dengan kebutuhan sekitar 9,52 ton.

Baca Juga:  Menteri Kebudayaan Apresiasi Dukungan Gubernur Koster Terhadap CHANDI Summit 2025, Yakin Budaya dan Tradisi Terus Tumbuh di Bali

“Kelebihan stok ini dapat dikolaborasikan dengan kabupaten lain yang mengalami kekurangan sehingga distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengungkapkan inflasi Bali hingga Mei 2026 tercatat sebesar 2,99 persen. Menurutnya, perbedaan kondisi pasokan dan kebutuhan komoditas di masing-masing daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laju inflasi.

Karena itu, pengawasan langsung terhadap komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, gula pasir, daging, hingga LPG 3 kilogram harus terus diperketat untuk menjaga stabilitas harga.

Baca Juga:  Tabanan Rayakan HUT RI ke-79 dengan Semangat Pahlawan dan Kesenian yang Memukau

Di sisi lain, Satgas Pangan Polda Bali juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi pelanggaran di lapangan. Selain menggelar pasar murah, aparat akan menindak tegas pelaku usaha yang terbukti melakukan praktik curang yang merugikan masyarakat.

Penegakan hukum juga diarahkan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam praktik pengoplosan LPG demi meraup keuntungan secara ilegal.

Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan aparat penegak hukum tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, menjamin pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia, sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat Bali dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR