Tabanan, Baliwakenews.com
Tanaman rosella yang selama ini hanya diolah menjadi teh kini naik kelas menjadi produk pangan inovatif bernilai ekonomi tinggi. Melalui kolaborasi internasional, Universitas Warmadewa (Unwar), bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Pampanga State Agricultural University (PSAU) Filipina memberdayakan GAPOKWATAN Lumbung Rasa di Kecamatan Penebel, Tabanan, untuk mengembangkan produk rosella yang lebih beragam dan berdaya saing.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang digelar pada 26 Mei 2026 itu mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pengolahan Produk Rosella. Kegiatan dipimpin oleh Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa.
Kolaborasi lintas negara ini hadir menjawab berbagai tantangan yang dihadapi GAPOKWATAN Lumbung Rasa. Selama ini kelompok tersebut telah memproduksi teh rosella, namun masih terkendala dalam diversifikasi produk, teknik pengemasan, daya tahan produk, pemasaran, hingga pengelolaan limbah produksi.
Melalui program ini, anggota kelompok mendapatkan pelatihan intensif, transfer teknologi, hingga pendampingan usaha untuk meningkatkan nilai tambah komoditas rosella yang mereka kembangkan.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah pengembangan permen gummy rosella, produk baru yang dinilai memiliki potensi pasar menjanjikan sebagai pangan fungsional berbasis bahan lokal. Selain itu, tim juga melakukan penyempurnaan proses produksi teh kombucha rosella yang sebelumnya telah dikembangkan kelompok.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan produk. Mulai dari proses ekstraksi rosella, formulasi bahan, pemasakan, pencetakan, hingga teknik pengemasan modern yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pasar.
“Melalui praktik langsung ini, peserta memperoleh keterampilan teknis untuk menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ungkap Ayu Suardani Singapurwa.
Tak hanya fokus pada produk utama, tim pengabdian juga memperkenalkan konsep produksi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah hasil pengolahan rosella dan kombucha. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular.
Untuk meningkatkan kualitas produk, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) serta Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Materi tersebut menjadi bekal penting agar produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan pangan dan memiliki kualitas yang konsisten.
Di sektor pemasaran, anggota kelompok dibekali strategi pengembangan merek, teknik pengemasan yang sesuai standar pasar modern, penyusunan label produk, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan.
Menurut Ayu Suardani, rosella memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional karena kaya manfaat kesehatan dan memiliki peluang pasar yang terus tumbuh.
“Melalui inovasi produk, peningkatan kualitas produksi, dan penguatan pemasaran, kami berharap produk rosella dari kelompok ini mampu memiliki nilai tambah yang lebih tinggi serta menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kolaborasi antara Universitas Warmadewa, UiTM Malaysia, dan PSAU Filipina ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk rosella lokal, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha masyarakat desa, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan anggota GAPOKWATAN Lumbung Rasa di Penebel, Tabanan.
Program ini menjadi contoh bagaimana sinergi perguruan tinggi lintas negara mampu menghadirkan inovasi nyata yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. BWN-03





























