Pariwisata Ditengah ‘New Normal’ Begini Kata AA. Sita Laksmi

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Dibukanya kembali pariwisata Bali, dalam era ‘new normal’ ini, menurut Direktur Pascasarjana Unwar, Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si., memberikan harapan segera bagi perekonomian masyarakat Bali. Namun disisi lain, diakui hal tersebut cukup mengkhawatirkan ditengah masih tingginya kasus penularan Covid-19.

Sektor pariwisata hingga saat ini memang masih menjadi sektor andalan menunjang perekonomian masyarakat Bali. Hal tersebut disinyalir menjadi pemikiran, mengapa pemerintah memilih untuk membuka kembali pariwisata Bali meski pandemi Covid-19 masih belum dapat diatasi.

“Kita semua sampai saat ini belum bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir. Kalau terus menunggu, tentu kondisi perekonomian akan semakin memburuk,” ucap AA. Sita Laksmi, di ruang kerjanya, PPS Unwar Denpasar, Selasa (7/7).

Lebih lanjut dikatakan, keputusan pemerintah tersebut tentu sudah melalui pemikiran dan kajian serta tujuan yang jelas. “Tujuannya pasti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pembukaan pariwisata itu. Tapi perlu dimaknai pembukaan pariwisata ‘new normal’ tidak seperti pariwisata sebelum,” tandasnya.

Baca Juga:  Polsek Petang Dengar Aduan Masyarakat dalam Acara Jumat Curhat 

Pariwisata saat ini adalah pariwisata yang mengutamakan hidup bersih, hidup sehat, hidup sesuai dengan protokol kesehatan (jaga jarak, mengurangi kerumunan, memakai masker, mencuci tangan ). Jadi hal tersebut yang harus diperhatikan betul, pariwisata ‘new normal’.

“Tapi perlu diingat, lokasi mana yang
yang kira-kira bisa dibuka, lokasi mana yang belakangan dibuka tergantung dari zonanya. Wilayah yang masuk zona hijau bisa dibuka, yang zona merah jangan dulu,” katanya.

Dalam pembukaan destinasi pariwisata AA. Sita mengingatkan mesti memperhatikan standar operasional. “Bagi wisatawan yang memasuki daerah pariwisata, intinya mereka harus membawa surat bebas dari Covid-19. Kesiapan pengelola di daya tarik wisata itu juga penting diperhatikan,” tukasnya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Lantik 234 Pejabat Pemkab Badung

Destinasi pariwisata harus memperhatikan terkait dengan kesehatan kemudian kebersihan dan keamanan. Selain itu penyediaan sarana dan prasarana, seperti alat pengukur panas badan sangat penting sehingga setiap orang yang masuk di cek dulu suhu badannya. Alat pelindung diri bagi petugas – petugas juga perlu disiapkan dari pengelola.

“Penting juga pemerintah dan semua stakeholder memberikan edukasi terus-menerus terkait pandemi Covid-19 belum berakhir. Perlu memasang himbauan – himbauan yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal, tatwamasi yaitu melindungi diri sama dengan melindungi orang lain melindungi orang lain berarti melindungi diri sendiri,” paparnya.

Contoh slogan lain yang bisa digunakan seperti menjaga kesehatan, menjaga kebersihan itu adalah Yadnya. ” Model pengumuman yanh mengandung nilai-nilai kearifan lokal itu, perlu dipasang di objek wisata. Sehingga secara tidak langsung masyarakat dapat informasi terkait pencegahan penularan Covid-19,” ucap AA. Sita Laksmi.

Baca Juga:  Catatan Kritis Akhir Tahun, Menurut Prodi Ilmu Administrasi Negara dan Lab. Kebijakan Publik FISIP Unwar

Yang terpenting dikatakan, kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan harus ditingkatkan, harus dibiasakan sehingga menjadi budaya hidup sehat terhindar dari Covid-19. “Kita harus saling mengingatkan satu sama lain untuk terus melaksanakan protokol kesehatan. Kalau melihat orang yang tidak memakai masker, kita ingatkan dengan cara halus untuk menggunakan masker demi keselamatan bersama,” pungkasnya. BW-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR