Ilmu Meracik Jamu Unggas Yang Jarang Orang Ketahui

Denpasar, baliwakenews.com

Tidak hanya mamusia saja yang perlu mendapatkan ramuan herbal, tapi binatang peliharan pun juga memerlukan hal tersebut  agar mereka tetap sehat dan bugar. Tim baliwakenews akan berbagai pengetahuan teerkait cara meracik ramuan herbal  untuk hewan peliharan khusunya bagi para peternak unggas. Tulisan ini akan berguna bagi penghobi unggas karena hewan akan kebal terhadap penyakit dengan ramuan ini.

Berikut bahan yang meski dipersiapkan dalam membuat jamu herbal unggas ini. Siapkan  250 gram Kencur yang sudah dibersihkan  lalu diparut. Temulawak 250 gram, temulawak dicuci bersih dan kupas kulitnya, setelah itu diparut. Bahan selanjutnya adalah lengkuas sebanyak 250 gram. Lengkuas dibersihkan lalu diparut juga. Temuireng sebanyak 250 gram, temuireng ini juga dibersihkan dikupas kulitnya lalu diparut. Kunyit sebanyak 250 gram, dikupas kulitnya lalu diparut. Daun sirih 200 gram, daun sirih direbus dalam air mendidih lalu dinginkan. Peras daun sirih dan ambil air perasannya. 

Baca Juga:  Gencarkan Penerapan Prokes, Satgas Covid-19 Badung Sidak di Mengwi

Jahe sebanhak 250 gram, jahe dibersikan lalu diparut. Bawang putih, kupas kulitnya lalu diparut. 100 gram batang serai, batang serai ini dipotong kecil kecil lalu digerus. EM4 untuk peternakan dan molase masing masing 500 ml. Air bersih sekitar 10 liter.

Setelaah semua bahan ini dipersiapkan dilanjutkan dengan cara membuat ramuan herbal unggas ini. Semua bahan yang telah diparut, digerus dan di rebus dipersiapkan. Siapkan juga air bersih lalu tuangkan dalam wadah plastik, larutkan gula pasir atau molase sebanyak 250 gram. Ke dalam larutan gula  yang sudah dibuat tuangkan 250 ml EM4 peternakan. Setelah itu dilanjutkan dengan menuangkan bahan jamu ke dalam larutan gula yang sudah mengandung EM4 dan aduk sampai rata. Masukan pula serai yang sudah digerus dan daun sirih yang sudah direbus, aduk semua bahan tersebut. Saring bahan jamu tersebut lalu tuangkan dalam wadah plastik. Setelah itu, caairan ramuan di wadah plastik tersebut tuangkan ke dalam wadah jerigen untuk proses fermentasi.

Baca Juga:  Vaksinasi di Kutsel Dilakukan di 7 Pos

Tambahkana air kedalam jerigen hingga volumenya mencapai 5-10 liter. Aduk kembali hingga rata. Siapkan botol plastik lalu isi dengan air. Tutup botol plastik disambungkan dengan selang kecil yang akan dihubungkan dengan tutup jerigen. Melalui selang tersebut gas akan mengalir ke dalam botol plastik berisi air. Tutup jerigen dengan rapat, dan simpan di dalam ruangan selama 7 hari. Setiap hari jerigen perlu dibuka sebentar untuk mengeluarkan gas. Jika sudah memasuki hari ke 7, tuang dan saring ramuan tersebut ke dalam wadah plastik. Cairan hasil penyaringan merupakan jamu herbal untuk unggas dituangkan dalam botol dan siap untuk digunakan.

Baca Juga:  Penggabungan Dapil di Badung Batal

Lantas bagaimana aplikasi atau pemakaiannya?, Jamu  herbal ini dicampurkan dalam minuman unggas. Pemerian jamu herbal ini dapat dilakukan 2-3 kali seminggu atau setiap hari dengan cara ditambahkan dalam air minuman unggas. Dosis yang dianjurkan adalah 10ml/liter air bersih. Manfaat bagi unggas ternak ramuan ini adalah memberikan kekebalan atau imunitas terhadap serangan penyakit, mengobati unggas yang sakit seperti tetelo (ND), gumboro atau berak kapur, kurang nafsu makan, berak hijau, kolera, mencret dan lainnya. Selain itu dengan pemberian ramuan herbal yang ditambahkan melalui air minum dapat menghilangkan bau kotoran unggas, serta menghasilkan mutu telur unggas yang baik. (Tim Baliwakenews)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -Iklan Idul Fitri DPRD BadungIklan Idul Fitri PDAM BadungIklan Bali Wake NewsIklan Nyepi DPRD BadungIklan PDAM BadungIklan Lapor PajakIklan Lapor PajakIklan DPRD BaliIklan DPRD Badung Poling Badung Poling BadungIklan Galungan PDAM