Minggu, 13 September 2020

Tumbuh 22 Kasus Positif Covid-19, Bali Catat Lonjakan Tertinggi

Tumbuh 22 Kasus Positif Covid-19, Bali Catat Lonjakan Tertinggi

Denpasar, baliwakenews.com
Bali mencatat lonjakan tertinggi kasus positif Covid-19 pada Selasa (28/4). Jumlah kasus positif mencapai 215, setelah hari ini terjadi penambahan kasus sebanyak 22 Warga Negara Indonesia. Mereka terdiri dari 9 Pekerja Migran Indonesia, dan 13 transmisi lokal. Dirinci, kasus positif terdiri dari 8 WNA dan WNI sebanyak 207 orang. 207 orang WNI ini terdiri dari 133 kasus berasal dari luar negeri. 20 orang positif terinfeksi dari daerah terjangkit.
54 orang merupakan transmisi lokal. Demikian disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, melalui siaran pers Selasa sore di Kantor Kominfos Provinsi Bali, Denpasar. “Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 88 orang. Bertambah 7 orang WNI, terdiri dari 5 PMI dan 2 non PMI. Pasien yang meninggal astungkara tetap empat orang,” ujarnya.
Sementara, jumlah pasien positif dalam perawatan mencapai 123 yang berada di 11 rumah sakit rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas. Sebagian besar pasien ini dilaporkan dalam kondisi fisik yang sehat, hanya saja harus melakukan prosedur isolasi dan awas mereka harus kembali diperiksa, untuk selanjutnya bisa dinyatakan sembuh. “Mari kita doakan bersama, agar semuanya bisa sembuh dalam waktu yang secepatnya,” ucapnya.
Menurut persentasenya, ketiga kategori ini adalah 65,58 persen kasus dari luar Bali, 9,30 persen dari daerah terjangkit dan transmisi lokal 25,11 persen. Artinya sebagian besar kasus positif masih berupa kasus dari luar Bali. “Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa arahan-arahan Pemprov dan Gugus Tugas Provinsi Bali, oleh Bupati/walikota se-Bali pada tingkat implementasinya di lapangan belum dijalankan disiplin,” ungkapnya.
Berkorelasi terhadap pertumbuhan kasus tranmisi lokal, ia menegaskan agar seluruh PMI disiplin dalam menjalani proses karantina. Baik karantina mandiri, maupun karantina bersama Pemerintah provinsi Bali. “Isolasi diri dan tidak melakukan kontak dengan orang lain, sampai menjalani tes ke-2. Setelah dinyatakan negatif, barulah diperbolehkan kembali ke masyarakat,” pungkas Dewa Indra. BW-06

PDAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: