Trik KWT Mekar Sari Kendalikan Hama Dengan Pestisida Nabati

UNWAR-Tim FP Unwar beri pelatihan pembuatan pestisida nabati.

Selat,baliwakenews.com

Kelompok Wanita Tani Mekar Sari, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Badung, mengendalikan serangan hama pada tanaman sayuran sistem hidroponik menggunakan pestisida kimia. Namun penggunaan pestisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga tim PKM Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa melatih KWT membuat pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan, sehat dan mampu menekan biaya produksi.

Dosen Fakultas Pertanian Unwar, Ir. Anak Agung Sagung Putri Risa Andriani, M.Si., Minggu (4/10) memaparkan sistem hidroponik yang digunakan KWT Mekar Sari  dipadukan dengan kolam lele sehingga penggunaan pestisida kimia menyebabkan pencemaran pada kolam lele. Selain itu, harga pestisida kimia cenderung mahal sehingga biaya produksi besar.

“Mereka ingin mengetahui cara untuk mengendalikan hama tersebut tanpa menyebabkan pencemaran pada kolam lele. Serta mengetahui  cara mengendalikan serangan hama pada tanaman sayuran sistem hidroponik dengan cara mudah, murah dan aman terhadap lingkungan,” ucap Putri Risa.

Dosen FP Unwar, Dr. Ir. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, M.P., mengatakan tim memberikan pengetahuan cara mengendalikan serangan hama pada tanaman sayuran sistem hidroponik dengan pestisida nabati dengan memanfaatkan tanaman yang ada disekitarnya. Selain itu, juga memberikan praktek langsung membuat pestisida nabati dan cara pengaplikasiannya.

Lebih lanjut dikatakan pestisida nabati tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan. Pestisida nabati ini merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi hama ulat daun pada tanaman sayuran pakcoy sistem hidroponik yang dipadukan dengan kolam lele. KWT juga bisa membuat pestisida nabati secara mandiri dan aman pada lingkungan dengan menggunakan tanaman yang ada disekitarnya dengan alat yang sederhana serta bisa mengaplikasikan pada tanaman, sehingga dapat mengurangi intensitas serangan hama ulat daun pada tanaman pakcoy sistem hidroponik sehingga dapat meningkatkan hasil tanamannya. “Pestisida nabati mampu mengendalikan hama sebesar 80,7%,” tukasnya.

Dosen FP Unwar, Ir. Ketut Sunadra, M.Si mengimbuhi tim mengadakan penyuluhan secara umum mengenai pestisida nabati, tanaman yang bisa digunakan sebagai pestisida nabati dan manfaat pestisida nabati untuk pengendalian hama yang ramah terhadap lingkungan. “Kami juga memberikan pelatihan langsung pengenalan tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati, cara pembuatan pestisida nabati dan cara pengaplikasiannya. Kami terus memotivasi KWT agar selalu menggunakan pestisida nabati dengan memanfaatkan tanaman yang ada disekitarnya untuk mengendalikan hama yang ramah terhadap lingkungan,” tandasnya.

Hal tersebut dilakukan mengingat dalam usaha pertanian, biaya pestisida sekitar 30 persen dari biaya produksi. Penggunaan pestisida kimia berlebih dalam sektor pertanian menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan yaitu meracuni manusia dan hewan, meracuni musuh alami hama, menimbulkan resistensi pada hama, menimbulkan terjadinya ledakan hama sekunder dan hama potensial serta menimbulkan pencemaran tanah dan air di sekitar lingkungan pertanian.

Perlindungan tanaman terhadap gangguan hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida nabati telah dimulai sejak zaman dahulu. Banyak jenis tanaman atau bagian tanaman diketahui dapat menghasilkan racun serangga hama. Dibandingkan dengan pestisida sintetis, upaya pengendalian hama dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari bahan organik jauh lebih aman untuk lingkungan. Bahan yang digunakan mudah didapat, karena sudah banyak tumbuh disekitar kita, serta konsentrasi yang digunakan tidak terlalu beresiko jika dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintetis.

Beberapa jenis tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri seperti tanaman cengkeh, pala, jahe. Penghasil enzim seperti pepaya, nenas. Penghasil alkaloid seperti tembakau, kecubung.  Penghasil fenol seperti sirih, kunyit, lengkuas dan penghasil senyawa flavonoid seperti juwet, ketela ungu, manggis dan sebagainya.

“Pada saat diaplikasikan pestisida nabati akan dapat mengendalikan hama dan penyakit secara spesifik dan kemudian dengan cepat akan terurai oleh lingkungan sehingga tidak ada residu pada tanaman dan tanaman aman untuk dikonsumsi,” ucapnya. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik yaitu  merusak perkembangan telur, larva dan pupa, menghambat pergantian kulit serangga, menyebabkan serangga menolak makan, menghambat reproduksi serangga betina, mengurangi nafsu makan pada serangga, mengusir serangga dan menghambat perkembangan patogen.

“Petani yang mengalami penurunan hasil sebesar 25% yang diakibatkan oleh serangan hama dapat teratasi dengan penggunaan pestisida nabati.

Pestisida nabati dapat mengurangi serangan hama hingga 80%,” pungkasnya.*BWN-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: