Senin, 10 Agustus 2020

Terus Bercokol Di Atas Het Harga Gula Pasir Belum Bisa Ditekan

Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Bali Ir. Made Tresna Kumara, M.MA

Denpasar, baliwakenews.com

Harga gula pasir lokal di tingkat pedagang eceran saat ini berada dikisaran Rp 16 ribu per kilogram. Harga ini jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi ( het) yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 12. 500 per kilogram.

Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Bali Ir. Made Tresna Kumara, M.MA., Senin (8/6) di ruang kerjanya, Distan Provinsi Bali mengatakan, harga gula pasir belum mampu ditekan meski pasokan mencukupi. “Harga gula pasir lokal masih tetap tinggi, padahal kami sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan harga. Tapi karena memang Bali tergantung pasokan dari luar, jadi lebih sulit dikendalikan,” ucap Made Tresna.

Harga gula pasir lokal mulai merangkak naik sejak awal Januari 2020. Harga tertinggi sempat berada di Rp 18 ribu per kilogram. Padahal pada April lalu sudah mulai dilakukan panen tebu di Jawa, namun harga gula hingga saat ini masih cukup tinggi dan belum mencapai het.

“Kami sudah lakukan pendekatan kepada distributor dan juga Bulog, agar harga gula pasir di Bali bisa ditekan,” tandasnya.

Sedangkan untuk komoditi yang dapat dilakukan produksi di Bali, pihaknya mengatakan berupa menggenjot para petani untuk meningkatkan produksi dengan intensifikasi. “Untuk komoditas yang tinggi permintaan dan produksi terbatas, kami berupaya datangkan dari luar Bali,” tukasnya.

Untuk harga pangan strategis lainnya dikatakan sejumlah komoditas masih cukup tinggi seperti daging ayam, bawang merah dan bawang putih pasca hari Raya Idul Fitri. Sedangkan harga beras tetap stabil. “Ketersediaan pangan kami pantau di lapangan sebenarnya mencukupi, tapi karena permintaan cukup tinggi dan hukum pasar yang berlaku maka harga masih tinggi,” tukasnya.

Harga daging ayam berada di Rp 43 ribu per kilogram, bawang merah Rp 42 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 20 ribu per kilogram. Harga beras premium Rp 12 ribu per kilogram, beras medium Rp 11 ribu per kilogram dan beras termurah Rp 9.500 per kilogram.

Untuk komoditi bawang merah, produksi Bali mencapai 20.508 ton per tahun dengan kebutuhan 24.892 ton ditambah pasokan dari luar 5.640 ton sehingga melebihi dari kebutuhan. Sedang daging ayam ras dengan produksi 11.299.661 ton sedangkan kebutuhan hanya 80.225 ton. Jadi sebenarnya pasokan sangat mencukupi. Begitu pula dengan produksi beras Bali rata-rata per tahun mencapai 487.041 ton sedangkan kebutuhan beras per tahun mencapai 424.324 ton.

Untuk menyiasati lonjakan harga pangan strategis pihaknya bekerjasama dengan Bulog, petani dan sejumlah distributor secara berkala menggelar pasar tani setiap hari Jumat di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Bali.*BW-09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: