Minggu, 13 September 2020

Terjerat Tali Layangan, Leher Pengendara Motor Terluka

TERJERAT TALI LAYANGAN - I Gusti Agung Devananda Praditya (20 tahun) yang mengalami luka di leher akibat terjerat tali layangan, saat ditangani Damakesmas Dentim 1, Sabtu (16/5/2020).

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Karena terjerat tali layangan yang melintang di tengah jalan, tepatnya di Jalan Noja, Desa Kesiman Petilan, Dentim, seorang warga dari Kesiman yang tinggal di Jalan Surabi Gang II, I Gusti Agung Devananda Praditya (20 tahun) mengalami luka di leher saat mengedarai sepeda motor, Sabtu (16/5/2020) malam lalu sekira pukul 19.00 Wita.

Adanya laporan warga setempat adanya pengendara yang terjatuh akibat terkena jeratan tali layangan di trafick light (TL) Jalan Noja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun mengarahkan ambulance Damakesmas Dentim 2 ke tempat itu.

Unwar

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, yang dikonfirmasi, Minggu (17/5/2020), membenarkan ada seorang pemuda yang mengendari sepeda motor dan melintas di Jalan Noja, Kesiman terjerat tali layangan. “Kasihan sekali sampai terluka. Seharusnya warga yang hobi main layangan, menaikkan layangan di area yang lapang dan menjaga layangannya jangan sampai jatuh maupun putus. Kalau pun layangannya jatuh maupun putus, kami minta warga yang punya layangan mengamankan talinya agar tidak sampai membuat orang lain terluka,” kata Joni Ariwibawa.

Ditambahkan Joni Ariwibawa, korban yang terjerat tali layangan itu, yakni I Gusti Agung Devananda Praditya, yang tinggal di Jalan Surabi Gg II A, Kelurahan Kesiman. Akibat terjerat tali layangan, warga ini mengalami luka di leher. “Saat itu juga langsung ditangani Damakesmas Dentim 1 dengan pengobatan,” ucapnya.

Sementara orangtua I Gusti Agung Devananda Praditya, I Gusti Arya Sidemen, meminta kepada pecinta layang-layang supaya lebih berhati-hati didalam menaikkan layang-layangnya. “Kami minta yang suka main layangan agar lebih berhati-hati, bertanggungjawab dan selalu menjaga layangannya saat naik. Jangan sampai layangan naik ditinggalkan begitu saja,” ujarnya, seraya berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan menimpa warga lainnya. BW-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: