Terduga Penusuk Serda R.H. Saputra Diamankan, Puspom TNI AD Kawal Proses Hukum

Jakarta, baliwakenews.com

PDAM

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) diwakili Dirbinidik Puspomad Kolonel Cpm Kemas A Yani S.H., menggelar konferensi pers pada Kamis (24/6) di Dispenad, Jakarta.

Agenda konferensi pers yakni terkait meninggalnya anggota TNI AD Serda R.H. Saputra karena ditusuk pada (22/6) di Hotel Mercure Batavia Jakarta Barat. Almarhum merupakan Babinsa Tambora dari Kodim 0503/Jakarta Barat.

Unwar

Penusukan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AL Letda Marinir RW. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus menerangkan konferensi pers ini menindaklanjuti pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, belum lama ini.

Kolonel Cpm Kemas A Yani S.H., membenarkan bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Serda R.H. Saputra. “Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Rahmat Sapari menerima pemberitahuan dari Dirintelkam Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Pada saat itu juga anggota Pomdam Jaya melakukan mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan saksi-saksi sejumlah 9 orang terdiri 4 orang saksi sipil security hotel dan 5 anggota Yonarhanud – 10 Kodam Jaya BKO Kodim 0503/JB, PAM Covid-19.

“Juga mengamankan barang bukti berupa 1 butir proyektil peluru jenis pistol, rekaman CCTV, dan beberapa barang bukti terkait dengan pengerusakan,” lanjutnya. Dari hasil olah TKP, keterangan para saksi, bukti rekaman CCTV dan lain-lain, pelaku diduga oknum anggota TNI AL atas nama Letda Marinir R.W dan kemungkinan masih ada tersangka lain.

“Dengan telah ditemukannya identitas diduga pelaku maka langkah hukum penyelesaian perkaranya adalah untuk oknum anggota TNI AL sudah ditahan di Puspomal dan diproses, sedangkan yang diduga pelaku sipil di proses sesuai aturan hukum oleh Polres Jakarta Barat,” ujarnya.

Puspom TNI AD menekankan diproses hukum dengan baik, benar, adil dan profesional. “TNI AD mendorong Puspom TNI TNI dan Puspom TNI-AL untuk menyelesaikan kasus ini dengan sesegera mungkin dan Puspom TNI AD akan mengawal perkara ini sampai tuntas,” pungkasnya. BW-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: