Tarung di Pilkada 2020, Ini Nama-nama Diusung Golkar

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Bali telah memetakan kesiapan menghadapi Pilkada 2020, yang direncanakan Desember mendatang. Dari kesiapan DPD tingkat kabupaten/kota, Golkar merumuskan tiga klaster.

Unwar

Demikian dikatakan Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry, dalam rapat koordinasi bersama Ketua DPD kabupaten/ kota pada Rabu (27/5) di Gedung DPD Bali, Denpasar.

“Ada siap tarung, klaster pemantapan dan klaster ketiga adalah kejuatan,” terangnya. Daerah yang dipandang klaster siap tarung adalah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli.

Di Karangasem, Golkar bersama enam partai politik lainnya sepakat paket Massker, yakni Mas Sumatri sebagai calon bupati dan Sukarena sebagai calon wakik bupati. Enam partai politik lainnya, yakni Nasdem, Gerindra, PKS, Demokrat, Perindo dan Hanura.

Gabungan parpol ini disebut Kolisi Karangasem Hebat. Di Bangli, Golkar bulat mengusung pasangan I Made Subrata sebagai calon bupati dan Ngakan Made Kuta Parwatha sebagai calon wakil bupati.

Daerah yang masuk Klaster pemantapan yakni Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Tabanan. Di Jembrana, telah terbentuk tim Koalisi Jembrana Maju, yang terdiri dari tujuh parpol di luar PDI Perjuangan.

Antara lain, Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, Nasdem PKS dan Perindo. Dari penjaringan calon yang dilakukan oleh internal koalisi, muncul tiga nama calon bupati yakni Nengah Tamba dari Demokrat, I Made Prihenjagat dan I Ketut Widastra.

Dari hasil survei, Tamba mendapat suara tertinggi yakni 19,4 persen, Prihenjagat memperoleh 13 persen dan Widastra 8 persen. Sementara nama-nama calon wakil bupati, antara lain Nengah Nurlaba yakni Ketua Apindo Bali.

I Made Masti dari Partai Nasdem dan Nasrul dari kalangan umum. Masing-masing calon bupati sempat ditandem untuk memperkuat perolehan suara. Namun dalam prosesnya, masing-masing calon tetap kukuh memegang posisi calon bupati. Sehingga dibijaksanai mereka memilih wakil sendiri.

Kendati begitu, hingga saat ini Koalisi Jembrana Maju belum memastikan calon yang akan diusung. Begitu pula di Kabupaten Tabanan. Sedangkan daerah yang masuk Klaster kejutan, adalah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Golkar memprediksi Pilkada di dua daerah ini berlangsung seru.

Golkar sedang menjajagi sosok-sosok potensial bertarung di dua daerah ini. Dari dalam partai Golkar atau parpol pengusung, maupun di luar parpol. Untuk calon dari dalam partai, tidak menutup kemungkinan Golkar mencalonkan Ketua DPD Golkar di dua daerah tersebut.

Mengenai potensi Ketua DPD kabupaten/kota yang dicalonkan dalam Pilkada, Sugawa Kory mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi kepada masing-masing Ketua DPD di Badung dan Denpasar, yang pada prinsipnya mengatakan siap.

Hal itu dibenarkan Ketua DPD Golkar Badung, Wayan Suyasa. Soal komunikasi politik, Suyasa mengatakan tetap tunduk kepada kepercayaan partai. Kendati demikian, pencalonan tetap mempertimbangkan potensi kemenangan di Pilkada 2020 di Badung.

“Di Badung, Golkar baru 17,5 persen (persentase perolehan kursi di DPRD Badung). Memang sudah menjalin komunikasi dengan Nasdem dan Gerindra,” terang Suyasa usai rapat.

Kata dia, koalisi Golkar bersama Nasdem dan Gerindra di Badung Golkar berpeluang mendapat 25 persen kursi, minimal 20 persen. Sehingga idealnya, kata dia, koalisi ini sudah bisa melahirkan calon di Pilkada 2020. BW-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: