Sudirta Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan Terbentuk Forum Kajian Persoalan Bali

Suasana Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan

Denpasar, baliwakenews.com

Anggota MPR RI, I Wayan Sudirta, SH, kembali melaksanakan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan, Senin (30/11) di Sekretariat PHDI Bali. Pada kesempatan tersebut telah disepakati terbentuknya Forum Kajian untuk mendiskusikan masalah-masalah Bali maupun nasional, sebagai langkah nyata.

Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan yang dihadiri wartawan, akademisi, tokoh masyarakat, secara ‘’offline’’ maupun virtual, mengangkat tema tentang lembaga DPR serta permasalahannya, menampilkan narasumber Anggota MPR RI Wayan Sudirta, SH dan akademisi Dr. Nyoman Subanda.

Subanda memaparkan sebagai akademisi yang sering diundang menjadi narasumber di BIMTEK anggota legislatif, ia menemukan fakta bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat, di DPR maupun DPRD sangat rendah. Begitu pula sebaliknya, kepercayaan wakil rakyat terhadap rakyat juga merosot.

‘’Pernah terjadi, seorang caleg sudah menyumbang gong untuk desa tertentu, tapi ketika hanya dapat 15 suara, gong itu ditagih. Ternyata rakyat juga tidak bisa dipercaya. Walaupun ini kasuistis, tapi ini cerminan dari situasi kita sekarang,’’ ungkap Subanda.

Dosen Fisipol Unwar, Dr. Nyoman Wiratmaja mengamini kenyataan tersebut. “Trust (kepercayaan) diantara politisi dan rakyat sudah sangat rendah. Jangan-jangan juga sudah tidak percaya pada dirinya sendiri, karena ketidakadilan merajalela, penegakan hukum belum sepenuhnya adil, korupsi masih merajalela,’’ tukasnya.

Wiratmaja melanjutkan, untuk pertarungan politik diperlukan kecerdasan, karena kompleksitas perpolitikan yang rumit diantara kepentingan partai, kepentingan daerah, suku, maupun agama, yang harus diperjuangkan oleh seorang politisi.

‘’Saya tahu kinerja Pak Wayan Sudirta, sejak duduk di DPD RI sampai sekarang. Saya sudah mendengar prinsip serta proyeksi ke depan, dari penjelasan tentang perjuangan RUU Otonomi Khusus Bali yang Pak Wayan perjuangkan, bagaimana Bali perlu mengantisipasi segala kemungkinan perpolitikan ke depan. Bali membutuhkan pikiran-pikiran visioner dari wakil-wakil dan pemimpinnya,’’ jelas Wiratmaja.

Sementara Wayan Sudirta mengakui masih banyak kelemahan kinerja DPR, ia memaparkan kendala yang dihadapi wakil rakyat di Senayan.

‘’Saya sadar bahwa kinerja DPR belum memuaskan, sistemnya belum sempurna. Mari benahi bersama, dengan kritik-kritik yang menyempurnakan, memperkuat kinerjanya dengan memberi masukan,’’ kata Sudirta, sembari meminta beberapa tokoh yang hadir membentuk forum diskusi dan menawarkan RUU Minol termasuk permasalahan yang segera dikaji.

Sudirta menyatakan siap memfasilitasi tersebut sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Bali dapat segera teratasi. “Saya siap bantu anggarannya, dan kalau masukannya sudah ada, sampaikan ke DPR dan saya siap memfasilitasi. Syukur kalau nanti bisa mempresentasikan konsepnya di Fraksi, sebagai salah satu aspirasi dari Bali. Kritik seperti ini yang dibutuhkan DPR, bukan hanya caci maki,’’ tandas pria asal Pidpid, Karangasem tersebut.

Forum tersebut diharapkan dapat berkontribusi nyata terhadap berbagai persoalan kebangsaan, betapapun kecilnya kontrobusi yang bisa diberikan.
Permasalahan yang segera didiskusikan adalah RUU Minuman Beralkohol (Minol), yang sempat menghebohkan komunitas masyarakat adat di beberapa daerah di Indonesia, yang secara tradisional memiliki budaya produksi minol.

Dari peserta yang hadir, disepakati Forum tersebut dikoordinatori oleh Dr. Nyoman Subanda dosen Fisipol Undiknas, Dr. Nyoman Wiratmaja akademisi Fisipol Universitas Warmadewa, serta dua orang wartawan yakni Wayan Suyadnya dan Cokorda Yustira. Forum juga menunjuk Putu Wirata Dwikora sebagai penghubung dengan Anggota DPR RI, Wayan Sudirta.*BWN-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: