Sudirta : Pencopotan Dua Kapolda Pelajaran Bagi Pelanggar Prokes

Anggota Komisi III DPR RI,  I Wayan Sudirta

Jakarta, baliwakenews.com

Anggota Komisi III DPR RI,  I Wayan Sudirta angkat bicara terkait pencopotan dua Kapolda yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19. Pencopotan tegasnya Senin (16/11) saat dihubungi di Jakarta, harus dijadikan pelajaran bagi pejabat Polri lainnya dan juga masyarakat luas, dalam menegakkan aturan hukum terkait pelanggar Prokes.

Sudirta mengatakan, pelanggaran Prokes terkait pencegahan penularan Covid-19, tidak boleh terulang kembali ke depannya. Sehingga pencopotan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, karena tidak melaksanakan perintah dalam penegakan Prokes sangat wajar dilakukan.

“Pencopotan ini tidak ditujukan semata-mata kepada dua Kapolda saja, tapi ini sebagai contoh kecil agar Kapolda – Kapolda dan aparat lain harus mawas diri. Covid-19 begitu berbahaya, risikonya nyawa, dan sudah banyak nyawa melayang sehingga pelanggaran tidak dapat ditoleransi,” tandas Sudirta.

Untuk itu ia menegaskan jangan lagi ada keraguan, jangan kompromi-kompromi, jangan ada lagi sikap acuh tak acuh, jangan ada lagi sikap kurang bertanggung jawab. Karena instruksi Kapolri sudah jelas, aturan daerah juga sudah jelas, sanksinya sangat jelas. “Jadi penegakan disiplin harus dilakukan dengan tegas. Tanpa pandang bulu,” tukas pria asal Pidpid Karangasem tersebut.

Sudirta menambahkan, peraturan dan instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis maupun pemerintah terkait penanganan Covid-19, jangan menjadi seperti macan ompong seperti peristiwa di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Tentu tidak adil kalau Kapolda membiarkan, sementara sanksi-sanksi untuk rakyat kecil sudah dijalankan,” tandasnya. Sudirta berharap ke depan Kapolda berani melakukan tindakan tegas bagi pihak-pihak yang melanggar Prokes, tanpa pandang bulu.

“Jangan sampai ada Kapolda ketiga yang dicopot karena kasus yang sama. Kapolda yang lain harus benar-benar serius, mempelajari, memahami, menggunakan pikiran dan mata hatinya, agar kejadian yang membahayakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini seperti kejadian di Jakarta tidak terulang lagi,” pungkas Sudirta.*BWN-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: