Minggu, 13 September 2020

Soal Bupati Ideal di Badung, Begini Kata Suyasa

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupetan Badung, Wayan Suyasa

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 direncanakan berlangsung Desember mendatang. Dari enam daerah di Bali, Badung salah satu kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupetan Badung, Wayan Suyasa mengatakan ini menjadi momentum menuju Badung yang lebih baik. Untuk itu, masyarakat harus bijak dalam memilih pemimpin.

Unwar

Terkait kriteria Bupati ideal di Kabupaten Badung, ia berpendapat Badung butuh pemimpin yang visioner untuk merancang pengelolaan Badung dalam jangka panjang.

“Sumber daya manusia, masyarakat Badung kita kelola, artinya sekarang dikasi ikan begitu besar, (namun) hanya sesaat. Kita inginkan kail atau penangkap ikan, kita berikan kepada masyarakat sehingga bisa dikelola,” ujarnya saat ditemui Rabu (27/5) di Denpasar.

Plt. Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung ini menilai, saat ini Badung mampu memberdayakan potensi diluar pariwisata. Kendati sektor pariwisata mengantarkan Badung sebagai daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Indonesia, namun dalam jangka panjang Badung harus punya sumber PAD alternatif.

Sektor pertanian dan perkebunan dinilainya sangat potensial. Menurut Suyasa, Badung masih punya banyak lahan produktif yang sebagaian besar tersebar di Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi.

“Itu yang perlu kita garap pihak ketiga. Dalam konteks pariwisata tetap kita utamakan, tapi mengedepankan pertanian dalam arti luas seperti perkebunan dan peternakan,” sambung pria yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah Golkar Kabupaten Badung.

Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Badung masih berkutat dalam skema pengelolaan anggaran jangka pendek. Menurutnya, itu ditandai dengan pemanfaatan anggaran yang diberikan kepada masyarakat tanpa memperhitungkan adminitrasi keuangan.

Dampaknya, kata dia, Badung tidak memiliki anggaran cadangan yang memadai dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjalankan program pemerintah. Disambungnya, kon disi tersebut sangat dirasakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. BW-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: