Potong dan Sebarkan Videonya, AWK Laporkan Sejumlah Akun Medsos

MELAPOR-I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau AWK kembali mendatangi Polda Bali, Kamis (5/11).

DenPasar, baliwakenews.com

I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau AWK kembali mendatangi Polda Bali, Kamis (5/11). Kedatangan anggota DPD RI itu, untuk melaporkan sejumlah akun media sosial yang memotong video dan mencemarkan nama baiknya.

Ditemui usai melapor, AWK mengatakan laporan tersebut dilakukan untuk menjawab permintaan masyarakat dan menindaklanjuti pemotongan dua videonya hingga menimbulkan kegaduahan di masyarakat. “Atas petunjuk dari teman-teman dan lembaga, saya melaporkan pemotongan dua video resmi dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas),” ujar AWK didampingi kuasa hukumnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tak hanya melaporakan dua akun yang memotong videonya, dia juga melaporkan sejumlah akun facebook dan instagram lainnya yang menyebarkan video tersebut hingga membuat mencemarkan nama baiknya. “Salah satu akun yang saya laporkan adalah akun Nanang Kelor atau Jro Kelor. Akun itu sangat provokatif. Saya harap masyarakat menghormati proses hukum. Dan saya harap kasus ini terjadi lagi. Karena potongan video seperti ini sangat berbahaya saya sangat mendukung kambtibmas, pendukung presiden Jokowi dan bertanggung jawab atas keamanan Bali,” beber AWK.

Seperti apa provokatuf akun yang dilaporkan ? Menurut AWK, akun yang provokatif sangat nyata dan beredar di masyarakat serta mengarah ke pencemaran nama baik. Sehingga hal itu menggagu kinerjanya sebagai anggota DPD. “Terutama akun Nanang Kelor, saya tau orangnya siapa nama aslinya dan alamatnya. Akunnya legal, namun ada operator pendukung dibelakangnya. Dan orang itu ada hubungan dengan peristiwa pemukulan yang saya alami beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

AWK berharap, dengan dilaporkannya pemilik akun provokatif tersebut, agar kedepannya tidak ada lagi wakil masyarakat atau anggota dewan yang videonya dipotong. “Mudah-mudahan masyarakat mengetahui jika potongan (video) ini menjadi kegaduhan dan menyebabkan demo saat pandemi,” ucapnya.

Menurut AWK, ada dua video yang dipotong. Yakni, saat memberikan darmawacan di salah satu pura di Tabanan dan di SMA Dua Tabanan. “Ingat video itu sudah lama.  Dan saya tidak tau apa maksud dan tujuan mereka untuk mengedit video itu,” tegasnya. BWN-01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: