Selasa, 22 September 2020

‘Planter’ Penghilang Jenuh Ditengah Pandemi Covid-19

Sarah, pemilik Pick Me Planter

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Saat harus berdiam diri di rumah akibat merebaknya Covid-19, banyak orang memilih menyibukkan diri mempercantik rumah dengan ‘ planter’. Tanaman hias dalam pot untuk menghias ruangan menjadi naik daun dan diburu penghobi juga masyarakat awam yang sekedar mengikuti tren.

Sarah, pemilik Pick Me Planter di Denpasar Selatan mengakatakan, peminat tanaman dalam ruangan semakin meningkat. “Untuk menghilangkan kejenuhan, karena gak boleh keluar rumah banyak orang menyalurkan hobi pada tanaman hias. Termasuk saya, yang baru mulai bisnis ‘planter’ ini sejak pandemi Covid-19,” tutur Sarah di Denpasar.

Unwar

Dikatakan dengan sentuhan dunia desain, tanaman hias yang awalnya terlihat biasa saja dapat disulap menjadi beragam bentuk planter unik. Tidak hanya karena desain dan bentuknya, tetapi juga pengaruhnya bagi tampilan ruangan. “Kalau tanaman hias yang dijual petani, dalam polibag gak menarik. Tapi ketika dikemas dalam pot yang cantik dan unik, kemudian daunnya di lap sampai terlihat berkilat akan menarik minat konsumen,” ungkapnya.

Cara pengemasan tersebut diakui mampu mendongkrak harga jual tanaman hias hingga berkali-kali lipat. “Kalau tanaman dalam polibag kurang menarik. Tapi kalau tampilannya sudah cantik, harganya bisa didongkrak sehingga omzet jadi lebih besar,” ungkapnya.

Sarah menuturkan ia terjun ke bisnis planter memang berawal dari hobi, dan dampak Covid-19. “Saya memang dari kecil hobi tanaman, terus lihat teman yang di Batu, Malang jualan planter kok bagus-bagus. Akhirnya saya coba juga dan cari tanaman langsung ke petani terus saya packaging, supaya terlihat lebih cantik dan menarik,” paparnya.

Ternyata respon konsumen cukup bagus, sehingga bisnisnya terus berkembang. “Saya pasarkan lewat media sosial, dan konsumen juga lebih banyak membeli secara online. Barang langsung saya kirim dengan go-jek, sehingga konsumen tidak perlu datang,” ungkap Sarah.

Kepiawaiannya mengemas tanaman membuat produk yang dipasarkan diminati banyak orang termasuk konsumen dari luar Bali. Bisnis yang dirintis 1 Juni 2020 tersebut berjalan lancar. “Ini jadi booming banget karena orang diam di rumah, bosen akhirnya cari kesibukan ya dengan berkebun gitu. Terus kalau dulu mungkin orang jualan tanaman harus punya stan, kalau sekarang di rumah aja, online aja dengan kita ngambil fotonya dan tanaman tampilin cantik, pasti banyak yang tertarik,” ucapnya.

Tanaman yang paling booming saat ini adalah jenis begonia dan mostera. “Tampilan yang cantik dan perawatan yang mudah, menjadi daya tariknya,” pungkas Saras.*BW-09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: