Pilkel Serentak di Badung, Kerni Kembali Unggul di Desa Penarungan

PEMANTAUAN-Wakil Ketua DPRD Badung, Wayan Suyasa usai melakukan pemantauan Pelaksanaan Pemungutan suara Pilkel Penarungan dan melakukan kegiatan foto bersama dengan sejumlah kelompok penyelenggara pemungutan suara di TPS 15, Banjar Blungbang, Desa Penarungan.

Penarungan,baliwakenews.com

Pemilihan kepala desa atau Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak di Kanupaten Badung yang dilaksankan, Minggu (7/2) dilaksankan secara kondusif. Bahkan dari pantaun baliwakenews.com di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi yang diprediksi cukup sengit karena di dalam pertarungan “head to head” tidak saja pertarungan perebutan kursi Perbekel semata, tapi juga pertarungan idiologi partai politik antara Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Di Desa tersebut ada “dua warna” politik dan dalam kontestai Pilkel Penarungan sangat terasa hal tersebut.

Dari perhelatan demokrasi desa itu unggul sementara calon petahanan yakni Ni Wayan Kerni dengan meraih suara sebesar 2.899 atau 55,91 persen. Sementara calon nomor urut 2, Wayan Narayana yang sempat menjadi Pj Perbekel Penarungan memeroleh 2.286 atau 44,09 persen. Sementara untuk suara sah sebanyak 5.225 dan suara tidak sah 40.

Ni Wayan Kerni yang di hubungi terpisah mengatakan, pihaknya bersyukur diberikan kesempatan untuk melanjutkan pengabdian di Desa Penarungan. “Ada sejumlah program yang akan kami lanjutkan salah satunya akses wifi gratis ke rumah-rumah sesuai dengan nomor induk keluarga. Semoga program ini bisa berjalan dengan baik nantinya,”tegasnya.

Sementara Wayan Narayana mengatakan, kesiapannya untuk menerima hasil dari Pilkel ini. “Saya siap berdemokrasi secara sportif.Apapun hasilnya saya siap menerima menang atau kalah,”terang ASN Di Dinas PUPR tersebut.

Tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua DPRD Badung, Wayan Suyasa mengapresiasi terlaksananya Pilkel serentak di Kabupaten Badung serta di Desa Penarungan Khususnya yang berjalan dengan kondusif. “Kami mengapresiasi proses demokrasi yang ada di masing-masing desa untuk memilih figur-figur yang dianggap layak dan terbaik. Ini juga memberi bukti kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi,” ujranya.

Khusus di Desa Penarungan, kata Suyasa, Pilkel sudah berjalan dengan baik, terlepas seni dari para calon dalam meraih simpati masyarakat. “Dalam proses pemilihan ini barang tentu ada yang memang dan kalah, kepada pemenang jangan terlalu beregoria dan kepada yang kurang beruntunh jangan berkecil hati. Mari kita tingkatkn kerjasama yang baik, bersama-sama membangun Desa Penarungan yang kita cintai,”ungkapnya. BWN-05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: