PHDI Tinjau Kesiapan “Peneduh Jagat” di Pura Besakih

Denpasar, baliwakenews.com
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana, melakukan peninjauan persiapan pelaksanaan upacara Peneduh Jagat, pada Minggu (19/4). Peninjauan ini berlangsung di Bencingah Agung Pura Besakih dan Pura Penataran Besakih. Kata dia, segala keperluan upacara dipastikan sudah siap. Pada tanggal 22 April nanti, upacara akan digelar dengan melibatkan Pemerintah dan Krama Adat Besakih. Ini ia katakan pada Sabtu (18/4) malam di Denpasar.

PDAM

“Kesiapan dan perlengkapan upakara sudah sangat siap,” ujarnya. Kata dia, upacara Peneduh Jagat ini bukanlah upacara biasa. Pelaksaan upacara ini terangkum dalam literatur tradisional yakni Lontar Roga Senggara Bumi, dan juga dalam Kitab Suci Weda. Upacara ini digelar ketika alam dalam kondisi darurat, seperti pandemi Virus Corona. “Upacara ini dilaksanakan hanya sewaktu-waktu, jika ada bencana seperti ini (Virus Corona), penyakit, gering agung dan sebagainya,” ujarnya.

Upacara ini tidak bisa hanya dilakukan di Besakih, tetapi berjenjang mulai dari tingkat Desa Adat hingga rumah tangga. Di tingkat rumah tangga dilakukan di Merajan, sedangkan di tingkat Kahyangan Tiga, dilaksanakan oleh para prajuru adat setempat. Upacara ini dilakukan serentak, sesaat setelah upacara di Pura Besakih. “Setelah upacara di Besakih selesai, lanjut hari itu juga, upacara di Kahyangan Tiga, lanjut di rumah tangga,” tutur pejabat asal Kabupaten Karangasem ini.

Unwar

Kata dia, pelaksanaan upacara Peneduh Jagat di Besakih akan berlangsung pada pukul 09.00 wita. Selanjutnya pelaksanaan di tingkat Desa Adat akan berlangsung pada siang hingga sore. Kata dia, upacara ini juga akan diikuti doa serentak oleh umat Hindu. Dengan upacara ini, doa lebih kuat dibandingkan doa sendiri-sendiri. Sudiana menjelaskan, upakara di tingkat rumah tangga menggunakan sarana pejati ditambah segehan putih sembilan tanding.

Upakara ini dipersembahkan kepada para Butha dan Kala. Sarana pejati juga digunakan di tingkat Kahyangan Tiga, hanya saja upacara pendukung lainnya lebih besar. Melalui upacara ini, ia berharap dapat membantu menetralisir wabah Virus Corona. Melalui uapcara ini juga, masyarakat Bali bisa lebih tenang dalam menghadapi pandemi Virus Corona. “Doa sangat penting, bagamana memperkuat keyakinan agar bisa menaikkan imunitas tubuh, itu yang paling penting,” pungkasnya. BW-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: