PGRI Kuta Gelar Pertemuan dengan Para Kepsek Peringati Hut ke-75 dan Hari Guru 2020

Konsolidasi: Rapat Konsolidasi PGRI Kecamatan Kuta yang juga dihadiri Ketua PGRI Badung, Wayan Tur Adnyana.

Badung, baliwakenews.com

PGRI Kuta, Jumat (27/11) melaksanakan kegiatan memperingati Hut PGRI ke-75 dan Hari Guru tahun 2020. Namun peringatan Hut PGRI kali ini dilaksanakan berbeda dari biasanya. Yakni dengan menggelar rapat konsolidasi melibatkan para Kepala Sekolah (Kepsek) dari seluruh satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Kuta. Selain dihadiri para Kepala Sekolah dari tingkat Paud hingga SMA serta pengurus PGRI Kuta, pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua PGRI Kab. Badung, Drs. Wayan Tur Adnyana.

Dalam sambutannya, Tur Adnyana, menyampaikan terimakasih kepada PGRI Kuta yang sudah memfasilitasi para Guru kaitanya dengan keorganisasian melalui rapat Konsolidasi tersebut. Karena melalui rapat ini bisa dibahas kaitanya dengan hak dan kewajiban jika ada yang perlu dibicarakan. Selain itu juga untuk mendapatkan data yang akurat terkait anggota PGRI di Kuta. Ditegaskannya pula, wajib hukumnya seorang guru menjadi anggota salah satu organisadu profesi. Kebetulan organisasi profesi PGRI adalah yang paling lama dan paling tua serta anggotanya paling banyak. Jika ada yang belum menjadi anggota diharapaknnya dengan suka rela masuk menjadi anggota ke organisasi PGRI. “Ada juga yang sudah terdaftar namun tidak memiliki nomor peserta anggota, ada juga yang tidak membayar iuran ini menjadi beban kita, ini wajib dipenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai organisasi, pihaknya wajib hukumnya memberikan anggotanya informasi secara transaparan agar tidak ada image atau pertanyaan untuk apa iuran yang dibayarkan selama ini. “Jadi anggota biar tahu untuk apa iuran anggota yang dibayarkan, apa programnya disampaikan secara jelas,” bebenya.

Seperti ada yang dianggarkan untuk program peningkatan SDM pengurus, menghadiri acara hingga ke tingkat nasional dan kegiatan lainnya. “Pertangungjawabannya dilakukan melalui konfrensi cabang masing- masing,” imbuhnya sembari berharap para Kepsek agar berkoordinasi dan menyampaikan hal ini ke teman-temannya yang menjadi anggota di bawah. Selain itu ditegaskannya, semua laporan juga bisa dilihat di Web PGRI secara transparan. “Kami tetap mengharapkan masukan, kami tidak alergi kritik yang membangun. Kami mengedepankan transparansi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut dia menyampaikan terimakasih kepada Disdikpora dan Pemkab Badung atas suportnya selama ini. Karena meski di tengah pandemi pembayaran gaji, insentif dan lainnya tetap dibayarkan dengan lancar. Pihaknya juga berharap walau ada informasi kalau PAD di tahun 2021 berkurang, agar anggaran untuk pendidikan tidak sampai dipotong. Ketua PGRI Kecamatan Kuta, Wayan Dana, S.Pd, M.Pd memaparkan, karena dalam situasi pandemi covid 19, pihaknya tidak membuat acara yang wah seperti tahun sebelumnya. Karenanya serangkaian memperingati Hut PGRI ke 75 dan Hari Guru 2020, digelar rapat konsolidasi melibatkan para Kepsek Se-Kecamatan Kuta. Baik itu dari tingkat Paud, SD, SMP hingga SMA dan SMK. Tujuan kegiatan tersebut kata Dana untuk meminta masukan kepada para Kepsek dari termasuk kritikan yang mebangun untuk dipakai pedoman menjalankan kepengurusan PGRI Kecamatan Kuta 5 tahun ke depan.

“Harapan kami kepada Kepsek yang hadir selain meminta masukan, tentunya bagaimana biar program PGRI bisa disampaikan ke anggota di sekolah amsing masing sehingga organisasi bisa lebih dimantapkan dan berguna ke anggota sekaligus bisa diperjuangkan,” papar Dana Disinggung terkait pembelajaran Daring selama pandemi, diakuinya awal-awalnya selaku pendidik, pihaknya sedikit mengalami kesulitan, namun perlahan akhirnya kini sudah terbiasa. Apalagi pemerintah melalui kementrian pendidikan sudah membantu dengan memberikan kuota gratis bagi pendidik dan siswa. “Ini sangat membantu, kami ucapkan terimaksih,” imbuhnya. BWN-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: