Penyedia Jasa Konvensional Tetap Optimis Bertahan di Masa Pandemi

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Penggunaan metode virtual atau maya dalam sejumlah pertemuan massa, marak menjadi pilihan masyarakat di masa pandemi. Masyarakat terbilang cepat beradaptasi, mengingat metode digital menjanjikan biaya dan ruang yang lebih ekonomis dibanding metode konvensional.

Bahkan, ini akan menjadi kebiasaan baru saat pandemi berakhir sekalipun. Bagaiamana penyedia jasa konvensional memandang hal ini? penyedia jasa penyelenggara acara atau lebih dikenal event organizer (EO), Yos Darmawan mengatakan, metode virtual menjadi solusi di masa pandemi.

Unwar

Namun untuk urusan gairah ekonomi, dia menilai metode tersebut tidak sesuai dengan karakter ekonomi di Bali yang digerakkan kedatangan massa, yakni turis. Itu ia sampaikan saya diwawancarai Kamis (11/6) di museum mobil tuanya di kawasan Kesiman Kertalangu.

“Pertemuan virtual bagus, tapi kalau bicara peluang bisnis, kan kecil karena relatif murah. Jadi perputaran ekonominya kecil karena semua orang bisa lakukan itu. Selain itu, invetasi perakatan yang tidak mahal membuat orang beralih ke situ,” ujar Yos.

Dengan semakin banyak yang menggunakan, maka layanan tersebut akan semakin murah. Kondisi ini dipandangnya tidak sejalan dengan karakter ekonomi Bali yang tergerak dengan mendatangan massa, seperti sektor domestik maupun mancanegara.

Maka menurutnya, jasa bidang penyelenggara acara konvensional harus tetap ada untuk menggerakkan ekonomi Bali. Sebab di dalamnya terlibat usaha lainnya seperti penyewaan reklame, penyewaan lahan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pandangan optimis terhadap jasa massa konvensional juga disambung I Gede Agus Weda Wiguna. Penyedia jasa iklan promosi luar ruangan ini mengaku optimis jasa kegiatan massa secara konvensional tetap bertahan.

“Masyarakat tidak sepenuhnya mampu beraktifitas dalam digital. Maka billboard sebagai akan tetap efektif sebagai media promosi secara konvensional. Baik promosi produk maupun kegiatan massa,” ungkapnya.

Tanpa menafikan hikmah pandemi Covid-19, dia menilai saat ini momentum evaluasi bagi pengusaha lokal agar mampu bertahan dalam berbagai situasi. Salah satu upayanya adalah beradaptasi dengan perkembangan digital. BW-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: