Minggu, 13 September 2020

Pengakuan Samuel, Pasien Sembuh Covid-19 : Jangan Panik dan Berpikir Positif

Pengakuan Samuel, Pasien Sembuh Covid-19 : Jangan Panik dan Berpikir Positif

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Satu pasien positif covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, berhasil melalui perawatan dan telah dinyatakan negatif alias sembuh. Pasien yang sembuh ini, yakni Samuel dan berprofesi sebagai pendeta yang dikontak via telepon Minggu (26/4/2020), menyatakan ketersediaannya berbagi pengalaman kepada khalayak umum saat dia menjalani perawatan dalam berjuang melawan virus corona.

“Intinya kita jangan panik dan tetap berpikir positif, maka akan terhindar dari stres yang dapat menyebabkan turunnya imun tubuh. Hal inilah yang menyebabkan kita rentan terserang virus corona,” kata Samuel, yang asli Bandung.

Unwar

Diceritakan Samuel, awalnya dia datang ke Bali dari Bandung bersama ibunya pada, 14 Maret 2020 lalu. Tiba di Bali, dia langsung menuju kediaman saudaranya yang berada di wilayah Gatot Subroto (Gatsu). Selanjutnya mereka menginap di salah satu hotel di kawasan Seminyak Kuta, pada 25 sampai 26 Maret tahun 2020. “Kami menginap di Seminyak. Pas keluar dari hotel, saya, mama dan dua adik saya demam, badan juga lemas dan tidak nafsu makan. Kami pulang ke rumah lagi untuk istirahat dulu. Sekitar semingguan, saya udah lebih baik. Tapi mama saya masih lemas. Akhirnya pada, 1 April tahun 2020, mama saya bawa ke Rumah Sakit Bhakti Rahayu untuk diperiksa,” ujarnya.

Karena tak kunjung sembuh dari demam, masih dituturkan Samuel kembali membawa ibunya berobat ke RS Bhakti Rahayu pada, 4 April. Namun pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung melakukan pemeriksaan ke RSUP Sanglah. “Pihak rumah sakit bilang langsung aja ke Sanglah. Takutnya ini corona biar langsung dapat penanganan. Dari oengecekan di RS Sanglah, hasilnya mama saya positif dan dirawat di sana. Tahu informasi itu, Dinas Kesehatan langsung swab orang rumah termasuk saya dan dua adik saya dites pada, 11 April. Dan hasilnya pada, 14 April, saya positif Covid-19,” ujarnya.

Setelah dinyatakan positif, lanjut dia, Samuel mengaku dijemput ambulan, serta petugas dengan APD lengkap. “Ketika itu saya dijemput langsung pakai ambulan. Saya sempat merasa khawatir dan perasaan saya cemas bercampur aduk. Cuma saya tetap harus mengikuti prosedur demi keselamatan saya dan keluarga. Saat itu juga saya mulai isolasi. Sedangkan mama saya sembuh pada, 15 April,” ucapnya.

Samuel mengaku kurang tahu kenanya di mana. Dia merasa curiga terpapar di hotel karena waktu itu, suasana sempat ramai. Tidak ada kontak dengan orang lain kecuali mama dan adik-adiknya. “Kemungkinan saat kami pakai fasilitas hotel yang juga dipakai banyak orang, seperti waktu sarapan di meja dan kursinya kan dipakai bersama. Setelah orang lain duduk di sana, kami pakai. Kan tidak mungkin setiap tamu disediakan meja makan khusus sendiri-sendiri,” katanya.

Setelah Samuel dirawat, akhirnya dua adiknya menyusul dengan status positif pada, 16 April. “Awalnya saya tidak percaya jika kena virus corona. Sebab saya tidak melakukan aktivitas yang berlebihan dan telah membatasi diri bertemu dengan orang lain. Saat terjadi gejala seperti demam, lemas dan tidak nafsu makan saya kira hanya hal yang wajar saya memilih untuk beristirahat di rumah saja sampai lebih baik. Walau terasa lebih baik, namun gejala masih muncul,” paparnya.

Samuel sempat merasa kaget dan tidk menyangka ketika dokter menyatakan ada virus corona bersarang ditubuhnya. “Sempat syok juga saya waktu dibilang positif. Tapi mau bagaimana lagi, memang begitu adanya. Jadi saya harus terima. Berusaha menjalaninya dengan iklas. Saya masuk rumah sakit ini yang pertama kali seumur hidup. Jadi ada rasa gimana gitu dalam hati saya. Kaget banget saya. Tapi ya udahlah, penyakit ini harus disabarin, jadi jalani saja,” lanjutnya.

Selama menjalani perawatan dan diisolasi di rumah sakit, Samuel menyampaikan untuk tetap semangat dan tenang. Selain itu, sebisa mungkin menjaga pikiran supaya tidak terfokus pada berita-berita buruk tentang corona. Bersikap tenang dan tidak panik berlebihan dapat menjaga imun tubuh tetap seimbang. BW-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: