Selasa, 15 September 2020

Pemkot Denpasar Berikan Relaksasi Penundaan Pembayaran Pajak bagi Pelaku Usaha dan Warga

Dewa Nyoman Semadi

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Pemerintah Kota Denpasar resmi memberikan relaksasi pungutan pajak daerah untuk para pelaku usaha dan warga Kota Denpasar. Hal tersebut disampaikan Kepala Bapenda Kota Denpasar, Dewa Nyoman Semadi, di Denpasar, Selasa (5/5/2020). “Relaksasi pajak daerah yang diberikan dalam bentuk penundaan jatuh tempo pembayaran pajak. Pemkot memberikan relaksasi hingga tiga bulan ke depan,” kata Semadi.

Dalam Surat Edaran (SE) Walikota Denpasar Nomor : 973/653/BPDKD yang diterbitkan sebagai stimulus atau keringanan bagi dunia usaha hotel, restoran, hiburan dan PBB-P2 tanpa aktivasi mengajukan permohonan. “Penundaan jatuh tempo yang diberikan kepada pelaku usaha hingga 20 Juli 2020. Dengan demikian, wajib pajak mendapatkan penundaan pembayaran pajak untuk masa pajak periode April, Mei dan Juni 2020, dengan kewajiban tetap melakukan pelaporan pajak setiap tanggal 20 setiap bulannya,” ujar Semadi.

Unwar

Ditambahkan Semadi, dalam keadaan normal seharusnya pembayaran pajak daerah dilakukan paling lambat tanggal 20 di setiap bulannya. Adapun kebijakan ini, sejalan dengan instruksi pemerintah pusat untuk memberikan keringanan dan pengurangan beban pajak bagi pengusaha. “Sedangkan untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) jatuh tempo pembayaran pajaknya diundur hingga 30 September 2020,” ucapnya.

Pemerintah Kota Denpasar memastikan tidak ada pengurangan atau pembebasan pajak daerah di Kota Denpasar, karena hal ini sudah diatur dalam Undang-undang. Pemkot lebih memilih relaksasi mekanisme pembayaran pajak bagi pelaku usaha. “Kontribusi pajak daerah selama ini menjadi tulang punggung penerimaan Kota Denpasar. Karena pandemi virus corona sudah pasti akan mempengaruhi realisasi penerimaan pajak daerah pada tahun ini,” tandasnya. BW-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: