Pemkab Tabanan Tangani Serius Limbah Infeksius Covid-19

Pemkab Tabanan Tangani Serius Limbah Infeksius Covid-19

TABANAN, baliwakenews.com

PDAM

Pemkab Tabanan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bersama Komisi IV DPR RI melaksanakan sosialisasi penanganan limbah infeksius Covid-19 melalui video conference, Rabu (20/5/2020).

Sekda Tabanan I Gede Susila menyambut baik sekaligus mengapresiasi penanganan limbah B3 di masing-masing fasyankes. Menurutnya, pandemi Covid-19 membutuhkan penanganan yang cepat, sistematis serta terukur karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut masalah kesehatan tapi juga berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan. “Kalau tidak ditangani dengan tepat, dikatakannya akan menimbulkan persoalan yang lebih besar, sehingga akan sulit diatasi. Bidang kesehatan merupakan hal yang paling prioritas, baik menyangkut upaya preventif, promotif serta curative untuk menekan perkembangan wabah,” ujar I Gede Susila membacakan sambutan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti.

Unwar

Ia Kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada karena tidak menutup kemungkinan virus semakin meluas apabila masyarakat tidak disiplin menerapkan imbauan pemerintah dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Social Distancing dan Phsycal Distancing serta selalu menggunakan masker.

Sekretaris Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Sayid Muhadhar menyampaikan, pandemi Covid-19 ini telah menyerang tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia. “Begitu banyak yang terkena dampak akan pandemi Covid ini. Begitupun dengan limbah yang dihasilkan oleh pandemi ini saangat berbahaya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ditegaskannya, sampah perlu dikelola dengan baik termasuk di Tabanan. Hal itu ditujukan agar mampu mengendalikan, mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah ini, serta menghindari terjadinya penumpukan limbah yang ditimbulkan dari penanganan kasus Covid-19.

Sementara, anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip menambahkan, limbah merupakan salah satu persoalan yang sangat pelik dan harus ditangani secara serius karena akan berdampak pada kehidupan, apalagi di tengah pandemi saat ini. “Kita ketahui di Bali sangat tergantung pada sektor pariwisata. Akibat pandemi ini membuat perekenomian di Bali melemah, sehingga kedapan akan berdampak pada banyaknya pengangguran dan PHK,” ucapnya.

I Made Urip menambahkan, limbah yang sangat berbahaya dan beracun ini bila tidak ditangani dengan baik maka akan lebih memperburuk perekonomian dan kehidupan masyarakat Bali termasuk Tabanan. “Dengan adanya sosialisasi ini agar diperhatikan dengan seksama dan mampu dimanfaatkan dalam penanganan limbah penanganan Covid-19 di Tabanan,” pintanya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada Desa Marga, Desa Dauh Peken, Desa Banjar Anyar Kediri dan Desa Timpag Kerambitan berupa terompong limbah B3 fasyankes dan pakaian APD dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bersama Komisi IV DPR RI. BW-08

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: