Peduli Terhadap Krama, Tak Tanggung-Tanggung, Desa Adat Jimbaran Bagikan Sembako Senilai Rp 1,5 Miliar Lebih

Bagikan Sembako: Bendesa Adat Jimbaran, Made Budiarta (tengah) bersama para tokoh Jimbaran dan perwakilan warga dari 13 banjar saat menyerahkan sembako secara simbolis di kawasan Quari, Jimbaran.

Badung, baliwakenews.com

PDAM

Selain gencar melakukan pencegahan penyebaran covid 19, Desa Adat Jimbaran juga memikirkan nasib krama Jimbaran secara ekonomi yang terdampak oleh wabah ini. Bahkan tidak tanggung-tanggung Desa Adat mengeluarkan anggaran kas yang ada mencapai Rp 1,5 Miliar lebih untuk pengadaan sembako yang dibagikan ke seluruh krama ngarep. Pembagian sembako yang dilaksanakan Jumat (12/6) merupakan yang kedua kalinya. Dimana penyaluran sebelumnya dilakukan oleh masing-masing banjar memanfaatkan Dana Keuntungan kontrak Kafe milik desa adat.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian desa adat jimbaran yang bersinergi dengan LPD Desa Adat Jimbaran terhadap seluruh krama desa adat jimbaran. Anggaran Desa Adat sebesar Rp Rp.1,5 Miliar lebih ini digunakan untuk pembelian sembako yang dibagikan kepada 3.074 KK krama ngarep. Penyerahan bantuan sembako tahap II ni dilakukan secara simbolis kepada13 perwakilan warga didampingi Kelian Adat Banjar yang ada di Desa Adat Jimbaran.

Unwar

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Lurah Jimbaran, Ketua LPM dan LPD Jimbaran, Para Kelian Banjar Adat dan Kaling, Ketua Satgas GR Cogid 19 Desa Adat Jimbaran, Babinsa dan Babhinkamtibmas Jimbaran serta undangan lainnya. Bantuan yang diberikan dalam peduli tahap II ini berupa beras 25 kilogram, 1krat telur,1 liter minyak goreng aerya teh dan kopi. Selanjutnya secara teknis pembagian kepada krama akan dilakukan oleh masing-masing banjar adat melalui kelian dan prajuru banjar adat setempat.

Bendesa Adat Jimbaran, Made Budiarta didampingi Penyarikan Made Kariyasa di sela-sela acara memaparkan, sebelumnya juga telah disalurkan bantuan tahap pertama pada bulan maret yang lalu. Bantuan pertama diserahkan oleh masing-masing banjar dengan memanfaatkan dana keuntungan kontrak Kafe milik Desa Adat Jimbaran. Sedangkan bantuan tahap II ini berasal dari uang kas desa adat yang diperoleh dari dana 30 persen keuntungan LPD yang diserahkan ke Desa Adat. Dimana dana yang dialokasikan tersebut sebesar Rp 1,5 Miliar lebih untuk semua Krama Desa Adat Jimbaran yang ada di 3.074 KK.

Budiarta juga mengungkapkan pihaknya sudah membuat skema kebijakan di desa adat dalam membantu krama yang terdampak covid-19 untuk jangka waktu selama setahun. Dimana direncanakannya penyerahan bantuannya dilaksanakan per 3 bulan. “Jika kondisi pandemi masih berlangsung kemungkinan bantuan ini akan berlanjut ke tahap 3, mengingat kondisi masyarakat desa adat jimbaran yang sangat terdampak akibat covid-19 ini,” ujarnya.

Di bagian lain dia berharap dan memgajak krama Desa Adat Jimbaran untuk senantiasa selalu menjaga kesatuan dan kebersamaan dalam menghadapi situasi saat ini. “Mari kita jaga persatuan dalam satu bingkai desa adat Jimbaran. Desa Adat Jimbaran itu hanya satu, tidak ada dua dan kita harus selalu bersatu dan saling mendukung,” ajaknya sembari menekankan kalau penyerahan bantuan tersebut mengedepankan konsep dari warga untuk warga.

Langkah peduli Desa Adat Jimbaran ini mendapat apresiasi dari Ketua Forum Kelian Adat Banjar se-Desa Adat Jimbaran, A.A Made Rai Dirga. Pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan Bendesa dan Prajuru di desa adat jimbaran yang telah membantu krama lewat pembagian sembako tersebut. “Ini merupakan bentuk perhatian desa adat kepada krama adat jimbaran di tengah kondisi masyarakat akibat dampak covid-19, sehingga keberadaan desa adat ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya. Dia juga menegaskan kalau bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi krama adat jimbaran yang sangat terdampak oleh pandemi covid ini.

“Semoga wabah covid-19 ini segera berakhir dan ke depan kami harapkannya seluruh krama terus bersatu dan bergotong royong sehingga seluruh permasalahan yang ada di desa adat bisa diselesaikan bersama,” harapnya. Salah seorang warga desa adat jimbaran, Ni Nyoman Suni Widiastuti menyampaikan banyak terimakasih kepada Bendesa Adat dan desa adat jimbaran yang telah peduli dan memberikan bantuan berupa sembako tersebut. Karena diakuinya di tengah situasi sulit akibat covid 19 ini, bantuan sembako ini sangatlah bermanfaat bagi warga. Dia berharap semoga covid-19 segera berakhir sehingga masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa dan ekonomi warga kembali menggeliat. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak Bendesa dan Desa Adat atas bantuan sembako dari desa adat ini, karena sangat kami butuhkan di tengah situasi sulit saat ini,” ucapnya. BW-04.

%d blogger menyukai ini: