Pasar Banjar Cegah Penyebaran Covid-19 di Pasar

I Nyoman Gede Maha Putra, ST, M.Sc.,Ph.D., Ketua Warmadewa Research Center

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Penyebaran virus Corona di pasar, semakin tinggi sehingga pemerintah mengambil kebijakan dengan menutup sementara sejumlah pasar. Pengamat tata ruang dan arsitektur Universitas Warmadewa, I Nyoman Gede Maha Putra, ST, M.Sc.,Ph.D., mengatakan untuk mencegah penularan virus Corona di pasar, harus dibentuk pasar Banjar.

Ketua Warmadewa Research Center (WaRC) tersebut memaparkan, selama ini pasar terpusat di satu tempat sehingga terjadi pergerakan orang lintas wilayah. “Orang dari Denpasar barat, Denpasar Selatan, dan lainnya bertemu dan berkumpul di pasar. Sehingga mempercepat terjadinya penularan virus Corona,” ujar Maha Putra, Sabtu (20/6) di kampus Unwar.

Unwar

Apalagi belakangan Pemerintah membuat kebijakan mempersempit jam operasional pasar. “Ini menurut saya memperparah keadaan dan membuat masalah baru. Orang yang biasanya agak siang ke pasar, harus lebih pagi sehingga pasar semakin padat dan ‘social distancing’ tidak bisa diterapkan,” tukasnya.

Oleh karena itu, menurut Maha Putra pasar harus dipindahkan ke dekat rumah – rumah penduduk. “Pasar Banjar harus dibuat, sehingga bila di satu banjar ada yang positif maka tidak akan menyebar ke banjar lainnya. Karena bagaimanapun orang butuh makan dan harus pergi ke pasar,” tukasnya.

Sementara kalau banyak banjar dilayani satu pasar, maka penyebaran Corona akan lebih hebat lagi. “Sekarang proses penyebarannya bisa kita pecah-pecah lagi, kecilkan lagi sehingga perlu di Banjar- Banjar diaktifkan pasar,” paparnya.

Apalagi saat ini banyak desa adat yang sudah membuat pasar, sehingga dikatakan akan lebih baik bila pasar dibuat di tiap banjar. “Pedagang yang harus kita dekatkan ke rumah masyarakat sehingga mereka tidak perlu pergi berbelanja ke luar wilayahnya,” pungkasnya. BW-09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: