Pantai Legian Mulai Dibuka Siap Terapkan Prokes Era Baru

Dibuka kembali: Pembukaan kembali Pantai Legian ditandai potong pita dan lepas layangan dipandu Ketua LPM Legian, Wayan Puspanegara.

Legian, baliwakenews.com

PDAM

Pantai Legian, Kamis (9/7) mulai dibuka kembali. Hal ini disambut sumringah warga. Bahkan begitu dinyatakan dibuka pengunjungpun mulai berdatangan. Pembukaan Pantai Legian ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepayan Layang-Layang Celepuk oleh Bendesa Adat Legian, AA Made Mantra dan Lurah Legian serta Anggota Banmus serta stakeholder pariwisata di Legian.

Pembukaan yang dipandu Ketua LPM Legian, Wayan Puspanegara ini diawali dengan penerapan protokol kesehatan dan doa bersama. Ketua LPM kelurahan Legian, Wayan Puspa Negara diminta komentarnya menegaskan pihaknya bersama komponen terkait di Legian siap mengawal pelaksanaan protokol kesehatan bagi pengunjung di pantai Legian. Dari mulai mengawasi, supervisi hingga evaluasi ke depannya.

Unwar

Ditegaskannya protokol kesehatan yang diberlakukan ini harus senantiasa diimplementasikan masyarakat maupun pengunjung. Sebab pihaknya berharap sampai terjadi gelombang kedua penyebaran Covid-19. “Pada umumnya masyarakat Legian bersama pengurus pantai Legian sudah sangat siap dalam menyongsong new normal. Hal itu dibuktikan dengan ketaatan masyarakat Legian dalam menjalankan imbauan pemerintah selama masa pandemi. Kami siap bangkit menuju new normal, semoga pariwisata kita tumbuh dan berkembang, karena disana urat nadi perekonomian masyarakat kami,” Tegas Mantan Anggota DPRD Badung ini.
Dalam new normal ini lanjut Puspanegara, ada 3 prinsip yang harus dipegang masyarakat. Yakni Healthy yaitu harus sehat semua, Cleanessly yaitu kebersihan agar tetap terjaga serta Safety yaitu kemanan bersama.

“Prilaku masyarakat untuk tetap disiplin terhadap dirinya dan kesehatannya memegang peranan penting di era new normal,” imbuhnya.
Bagaimana jika terjadi pelanggaran? Dia menegaskan apabila ada pelanggaran yang ditemukan, tentu pihaknya akan langsung mengenakan sanksi. Namun sanksi yang diberikan berupa sanksi sosialkultural atau pembinaan dan mengedukasi. “Jadi new normal ini penting harus diimbangi dengan new behavior masyarakat,”ujarnya.

Sementara itu, Lurah Legian, Made Madia Surya Natha menerangkan, pembukaan operasional pantai Legian dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Bali. Namun begitu, sambung dia pembukaan akan dilaksanakan secara bertahap, dengan mengacu kepada protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dia mempersikahkan bagi masyarakat yang ingin beraktifitas berolahraga, rekreasi maupun refreshing di Pantai Legian.

Namun tentunya harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Baik itu menggunakan masker, rajin cuci tangan dan physical distancing, serta tidak melebihi kapasitas pantai. “Silahkan bagi maasyarakat yang ingin ke pantai, tentu dengan standar protokol kesehatan yang barlaku. Pantai ini kan secara niskala diyakini sebagai tempat melebur ‘male’, apalagi pantai satu-satunya tempat bagi masyarakat kami untuk refreshing dan berolahraga menjaga imun tubuh,”papar Madia.

Di sisi lain, meski operasional Pantai Legian telah dibuka kembali secara penuh. Namun para pengunjung juga diminta untuk berkunjung melebihi batas kewajaran sesuai yang ditetapkan. Sedangkan para pedagang pantai juga diminta agar memperhatikan pola physical distancing dalam berdagang. Hal ini untuk mencegah agar tidak sampai terjadi kerumunan. “Nanti petugas pengelola pantai, Panrepti Batu Purba, LPM dan Linmas akan siap mengarahkan pengunjung, termasuk nanti memonitoring dan memberikan himbauan kepada masyarakat jika diketemukan melanggar,”pungkasnya. WB-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: