Sabtu, 4 Juli 2020

Pandemi Covid-19 Limbah Medis Menumpuk, Ancam Kehidupan

Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar), Dr. Ir. I Ketut Irianto, M.Si.

Denpasar, baliwakenews.com

Pandemi Corona Virus Deasis 2019 (Covid-19) yang mulai merebak di Wuhan, China sejak akhir 2019, turut berkontribusi meningkatkan volume limbah medis di seluruh dunia, tak terkecuali di Bali. Kondisi ini dikhawatirkan akan membawa dampak jangka panjang yaitu mengancam kelangsungan hidup di bumi.

Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar), Dr. Ir. I Ketut Irianto, M.Si., yang melihat tingginya kebutuhan alat pelindung diri (APB) sekali pakai bagi para tenaga medis menjadi penyebab utama meningkatnya limbah medis. Khawatir dengan dampak kedepan, ia tergerak melakukan penelitian yang berujung pada penemuan aplikasi “Terios Monitoring Sistem”. Temuannya ini berfungsi untuk menguji pengelolaan limbah medis di rumah sakit (RS) dan fasilitas kesehatan lainnya.

Dikatakan, pemerintah melalui regulasi kesehatan mengarahkan fasilitas kesehatan agar mengelola limbah medisnya dengan metode ramah lingkungan (biologi), bukan dengan metode kimia (chemical).

” Dengan Aplikasi Terios Monitoring Sistem, kita bisa mengetahui limbah medis yang dikelola sebuah rumah sakit secara biologi atau kimia,” papar Irianto, Kamis (11/6) di Kampus Unwar, Denpasar.

Lebih lanjut diterangkan, bila sebuah fasilitas kesehatan tidak mengolah limbahnya secara biologis, maka pihaknya bisa memberi rekomendasi ke pemerintah agar fasilitas kesehatan tersebut diberikan sanksi.

Irianto menawarkan pengelolaan limbah medis menggunakan insinirator atau pembakaran. Output yang dihasilkan berupa abu yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk penyubur tanah. Dengan demikian limbah medis bisa dimanfaatkan untuk kebaikan alam.

Akademisi asal Klungkung ini menambahkan, setiap unit pada fasilitas kesehatan mesti mengelola sampahnya sendiri, lalu dipilah sebelum proses pembakaran.

Ditegaskan, dampak limbah medis yang dikelola secara chemical bersifat ‘mobile’. “Dampaknya tidak seketika atau langsung dirasakan oleh mahkluk hidup. Tapi pelan-pelan dia mengancam kehidupan,”pungkasnya.*BW-09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: