Netralisir Hama Secara Niskala, Badung Akan Kembali Laksankan Tradisi Ngaben Tikus

KEBUDAYAAN-Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha saat membuka Rapat Pleno Diperluas Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung di Puspem Badung beberapa waktu lalu.

Mangupura,baliwakenews.com

Tradisi ngaben tikus di Kabupaten Badung  tahun ini akan kembali dilaksanakan oleh krama subak di Kabupaten Badung. Tradisi pengusir hama secara niskala ini, akan diselenggarakan di Pantai Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha Kamis (12/11) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung akan melaksanakan ngaben bikul atau tikus pada tanggal 19 November 2020 mendatang. Ngaben bikul dilaksanakan sebagai upaya mengusir hama yang ada di sawah. Sehingga petani di Badung bisa bercocok tanam dengan baik dan memperoleh hasil pertanian yang maksimal. “Bisanya sebnayak 200 lebih kelian subak sebadung yang menghadiri tradisi ini, tapi dengan kondisi saat ini kita batasi  pesertanya hanya 75 orang,”paparnya.

Lebih lanjut Sudarwitha  menjelaskan, mengenai prosesi ngaben tersebut, sama dengan ngaben pada umumnya. Hanya saja bikul atau tikus yang akan diaben nanti dilakukan secara simbolis yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. “Kalau sarana dan prasarananya seperti bantennya lebih besar ngaben bikul. Ini kan ngaben jagat untuk semua hama yang ada di tanah atau lahan masyarakat yang ada di Badung,” jelasnya.

Setelah ngaben, nantinya akan ada prosesi nganyud di Pantai Seseh. Usai nganyud akan ada acara nunas tirta  (mengambil air suci) di segara atau pantai.  Nah air suci tersebutlah akan dibagikan ke semua krama subak untuk di percikkan ke semua lahan persawahan yang ada di Badung.

“Jadi semua subak akan dibagikan air suci atau tirta ini, dengan harapan petani mempercikan ke sawahnya dan berdoa agar hama hilang dan hasil panen bisa maksimal,” ucapnya sembari mengatakan ada dua tirta akan didapatkan yakni tirta dari laut dan tirta dari pura-pura jagat yang ada di Badung.

Lanjut dijelaskan, sebelum prosesi dilaksanakan krama subak terlebih dulu melakukan kegiatan berburu bikul. Pemburuan pun dilakukan dengan memilih hari baik pula di masing-masing daerah. “Prosesi ngaben bikul ini dilaksankan sekitar pukul 08.00 wita dan selesai sekitar pukul 13.00 Wita,”terangnya. BWN-05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: