KRBB Lirik Disel Astawa Lawan Petahanan di Pilkada Badung

GERINDRA-Ketua DPC Partai Gerindra Badung, I Wayan Disel Astawa

Mangupura, baliwakenews.com

PDAM

Sejak akan dipastikannya Pilkada serentak 9 Desember 2020, Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB) yakni koalisi Parpol Golkar, Nasdem dan Gerindra kembali gencar melakukan komunikasi politik kepada sejumlah tokoh-tokoh masyarakat yang kompeten untuk maju dalam Pilkada di Kabupaten Badung . Bahkan salah satu tokoh Kuta Selatan, Wayan Disel Astawa yang juga Ketua DPC Gerindra Badung didatangai oleh para tim KRBB untuk dipinang menjadi lawan Petahana dalam Pilkada Badung. Namun sayangnya KRBBbelum nedapat jawaban pasti dari tokoh Desa Ungasan tersebut. Disel Astawa tak mau gegabah mengambil sikap dalam Pilkada Badung pada 9 Desember 2020 tersebut.

Disel Astawa yang dihubungi Minggu (7/6) mengatakan, pihaknya berterimakasi atas tawaran yang diberikan kepadanya. Namun pihaknya masih belum memikirkan kearah tersebut. “Apakah pantas kita membicarakan masalah pilkada ditengah masih adanya pandemic covid-19. Selesaikan dulu masalah covid-19 baru bicara pesta demokrasi,”ujarnya.

Unwar

Lebih lanjut Disel yang juga Bendesa Adat Ungasan ini mengatakan, semestinya kalau bicara Pilkada itu masih jauh . selesiakan dulu persoalan yang dihadapi sekarang. ”Saat ini baru membincangkan era new normal, belum lagi bahas bicara egulasi ekonomi pasca pandemic. Sekarang saja pembukaan pariwisata masih dikaji, buru-buru bicara Pilkada,” terangnya.

Pihaknya juga mengkritisi pernyataan pemerintah terkait kesiapan dalam menjalankan Pilkada pada 9 Desember 2020. Legislator Propinsi Bali ini mengatakan pemerintah Kabupaten Badung terlalu terburu-buru dan terlalu ambisius dan kiranya kurang bijaksana. Melihat kondisi masyarakat saat ini yang masih butuh bantuan semestinya perlu ada kajian dan masukan kepemerintah pusat untuk pelaksanaan Pilkada. “Pemerintah belum tuntas menangani pandemi covid-19 ini, layakah sudah bicara kesiapan Pilkada begitu juga masalah anggaran untuk penggulangan covid-19 ini pemerintah belum trasparan berapa sesungguhnya dana riil yang sudah ada dan belum terpakai .Benerakan ada dana 200 miliar lebih itu atau hanya sekedar terpampang saja namun reaisasi serapan anggaran tersebut masih sangat kecil,” paparnya. BW-05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: