Kiat Banjar Ubung, Jimbaran Atensi Covid-19 dan BDB Dari Inventarisasi Warga Terdampak hingga Bantuan Secara Ekonomi

Made Subagiada, SE, MM

Badung, Baliwakenews.com
Banjar Ubung, Jimbaran terpantau gencar melakukan antisipasi mewabahnya Covid 19 dan Demam Berdarah Dengue (BDB). Bahkan sebelum pemerintah turun melakukan penyemprotan disinfektan, prajuru Banjar Ubung sudah lebih dulu bergerak melakukan penyemprotan secara mandiri. Bukan hanya dari sisi kesehatan, mereka juga membantu warganya dari sisi ekonomi. Termasuk memantau dan mebantu warganya yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

PDAM

Diminta komentarnya terkait upaya yang telah dilakukan, Kelian Banjar Adat Ubung, Made Subagiada, SE, MM memaparkan, pihaknya memang sudah melakukan antisipasi sejak awal mulai mewabahnya Vovid 19 maupun BDB ini. Selain menginventarisasi kemungkinan ada warganya yang terjangkit wabah tersebut, pihaknya juga langsung bergerak mandiri melakukan penyemprotan di wilayah Banjar Ubung dan sekitarnya. “Kami langsung bergerak melakukan penyemprotan secara mandiri di wewdingan Banjar Ubung,” ujarnya Selasa (28/4).

Selain melakukan penyemprotan pihaknya bersama Kaling dan unsur terkait lainnya seperti Yowana, PKK terus melakukan edukasi ke masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan bersih. Termasuk juga memberikan bantuan 600 pcs masker kepada warga sebagai salah satu langkah mencegah penyebaran covid 19 ini.

Unwar

Selain dari sisi kesehatan, pihaknya juga memperhatikan sisi ekonomi masyarakat yang berjumlah 472 KK dengan memberikan bantuan sembako berupa beras, telor dan lainnya dengan nominal Rp 500 ribu. Hal ini mengacu hasil rapat pihaknya bersama prajuru, kesinoman serta menindaklanjuti hasil paruman di desa adat Jimbaran.
“Ini untuk tahap pertama, untuk tahap kedua seandainya wabah ini belum berakhir kami akan kembali berikan bantuan dalam bentuk tunai. Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir,” ujarnya.
Sedangkan untuk warganya yang PMI pihaknya melakukan pemantauan secara serius dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kuta selatan tentang SOP kesehatannya.

“Untuk BDB sudah kami antisipasi, karena ini bulan pergantian musim hujan dan kemarau. Selain menyarankan ke warga menerapkan 3 M, kami juga melakukan fogging secara rutin baik di lingkungan maupun rumah warga yang terjangkit,” pungkas dosen salah satu perguruan tinggi di denpasar ini. BW-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: