Sabtu, 4 Juli 2020

Kendalikan Kepanikan Akibat Covid-19 Manajemen Informasi Penting

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto

Jakarta,baliwakenews.com

Pandemi Corona Virus Deasis 2019 (Covid-19) yang sudah merenggut nyawa ribuan orang di dunia, otomatis membuat kecemasan. Apabila kemudian muncul informasi yang simpang siur di tengah masyarakat global, yang menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto menimbulkan kepanikan.

Kepanikan yang terjadi di masyarakat juga semakin membesar ketika kemudian banyak informasi negatif seputar penanganan Covid-19 di belahan dunia.

Yuri mencontohkan, informasi negatif yang kemudian menimbulkan efek kepanikan luar biasa berasal dari berita di media seperti; Kota Wuhan di Tiongkok bak Kota Mati atau ‘Zombie Land’, kemudian sorotan media tentang penanganan jenazah di Ekuador yang tidak diperlakukan secara layak karena kekurangan peti jenazah, lalu di Amerika banyak jenazah yang tidak dimakamkan karena kekurangan petugas dan sebagainya.

“Pemberitaan seperti itu menimbulkan kepanikan. Wajar,” tukas Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (20/6).

Selain kepanikan di masyarakat, Yuri yang didaulat sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 mengungkapkan bahwa pandemi juga menyebabkan otoritas pemerintah beberapa negara di dunia mengalami goncangan hebat. Sebab, Covid-19 tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan saja, melainkan juga menghantam berbagai sektor terutama ekonomi.

Yuri juga menilai, selama ini belum ada negara yang memiliki pengalaman paling tepat dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan hingga saat ini, bidang otoritas kesehatan dunia pun belum mengetahui bagaimana penanganan Covid-19 secara tepat, sebab virusnya belum benar-benar dikenali, vaksin belum ada dan masih terus dikembangkan.

“Pengalaman dari berbagai negara yang dalam tanda petik merasa mampu mengendalikan, dijadikan pembanding. Padahal belum tentu kondisi negara satu dengan negara yang lain di dalam aspek epidemiologi sama persis itu tidak ada,” ujar Yuri.

Yuri mengatakan bahwa kuncinya penanganan Covid-19, baik untuk masyarakat maupun pemerintah adalah manajemen informasi. Informasi yang baik dan benar serta dapat dipertanggungjawabkan dapat membuat masyarakat menjadi paham dan menyadari tentang bagaimana Covid-19 dapat ditangani.

Manajemen informasi juga dapat digunakan suatu otoritas pemerintahan dalam menyiapkan strategi penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Bagi bidang kesehatan, kerja sama global dalam naungan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dapat dijadikan sebagai salah satu acuan penangannya.

“Baik kepada masyarakat agar tidak panik, kepada pemerintah agar bisa mengatur strategi yang paling tepat untuk situasi dan kondisi wilayah masing-masing, dan tentunya di bidang kesehatan ini kerja sama global yang diorganisasikan WHO yang menjadi salah satu acuan kita,” pungkasnya.*BW-09.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: