Kehabisan Bekal, Tak Bisa Pulang, Bule Rusia Tidur di Bandara Sejak Dua Bulan

WNA asal rusia yang ditemukan menggelandang di kawasan bandara saat dicek oleh Kasat Pol PP Badung.

Badung, baliwakenews.com

PDAM

Seorang WNA asal Rusia, Mapat paonkobny/Marat diamankan di Kantor Pol.PP Kuta, Senin (13/7). Hal ini karena yang bersangkutan dianggap melanggar ketertiban umum dengan tinggal di areal kebun Bandara Ngurah Rai.

Setelah digelandang ke Kantor Pol.PP Kuta, WNA yang hanya hanya membawa tas ransel ini sempat diinterogasi KasatPol.PP Badung, IGAK Suryanegara yang turun ke lokasi. Saat mengecek paspor milik WNA tersebut, diketahu ternyata bule ini masuk Indonesia Bulan Maret lalu via Dumai, Riau.

Unwar

Sebelum menginjakkan kaki di Indoesia, ternyata dia sempat berkeliling ke sejumlah negara. Diantara ke Kamboja, Malaysia dan Cina. Karena yang bersangkutan menggelandang tanpa tempat tinggal yang jelas, WNA ini kata Suryanegara dikatagorikan melanggar Perda No 7 tahun 2016 tentang ketertiban umum.

Namun karena yang bersangkutan berkewarganegaraan asing nantinya akan diarahkan ke pihak imigrasi. Pihaknya kini sedang membuat laporan kejadian (LK) yang akan disampaikan ke Imigrasi. Hal senada disampaikan Danru Pol.PP Kuta, Nengah Wika.

Menurut Wika, WNA ini ditemukam saat melakukan pengecekan ke lokasi setelah sempat viral di media sosial. Namun saat dicek sekitar pukul 10.00 Wita yang bersangkutan tidak ada di lokasi.

Dia sempat bertanya kepada petugas tiket, tetapi tidak ada yang tahu. “Saat hendak balik, saya curiga ada wisatawan jalan kaki. Ternyata saya tunggu benar bule ini yang menuju lokasi kebun bandara. Saya minta bantuan ke petugas security bandara agar dia tidak kabur, sambil menungu mobil patroli tiba untuk mengangkut bule ini,” ungkapnya yang mengaku saat mengecek lokasi dia hanya sendirian. Danru asal Kuta ini juga mengungkapkan dari informasi yang didapatnya WNA ini sudah tinggal di lokasi sekitar 2 bulan lebih.

Selama tinggal di lokasi, konon dia mendapat makanan dari seseorang yang memberinya. Baik itu berupa nasi bungkus maupun air minum untuk sehari-hari. “Saat saya temukan dia tidak pakai masker, makanya saya kasi masker. Tadi ada dua petugas imigrasi yang ke sana, kami diminta membuat LK agar bisa ditangani pihak imigrasi,” pungkas Wika. BWN-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: