Hindari Kerumunan, Koperasi Subhakti Gelar RAT Tertulis, Begini Mekanismenya

RAT -Persiapan yang dilakukan Pengurus Koperasi Subhakti Ungasan serangkaian dilaksanakannya RAT tertulis.

Ungasan, baliwakenews.com

Koperasi Subhakti Ungasan menggelar RAT ke-17 tahun ini. Namun karena situasi pandemi covid 19, hal ini tidak memungkinkan dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagai solusinya, pihak pengurus memutuskan berinovasi untuk menggelar RAT secara tertulis.

“Sebenarnya sistem RAT tertulis sudah dibikin jauh-jauh hari oleh para pendahulu kita. Langkah ini yang paling memungkinkan dilakukan karena Prokes terkait Pandemi covid 19 membatasi untuk berkumpul,” papar Ketua Koperasi Subhakti Ungasan,  Made Suanda Wisnaya saat diminta komentarnya, Selasa (26/1).

Dalam situasi covid seperti saat ini, sambung dia harus ada inovasi yang dilakukan. Salah satunga ya RAT tertulis ini, agar pertanggungjawaban tahunan tetap berjalan, di sisi lain kita taat akan Prokes,” tegas Pria asal Ungasan tersebut sembari menegaskan kalau pihaknya tidak mungkin mengundang semua anggota 2.766 untuk kumpul, melakukan RAT.

“Yang perlu dipersiapkan tentu data dan peralatan. Kedua tentu menyiapkan laporan keuangan secara transparan,” jelas Suanda

Setelah surat dikirim, surat tanggapan dari anggota paling lambat diterima tanggal 28 Januari 2021. Nantinya surat ini akan dikumpulkan dan dicek apakah anggota menyetujui atau menolak laporan pertanggungjawaban yang

Sedangkan untuk anggota yang jarak rumahnya jauh dari jangkauan,distribusi dan tanggapan dilakukan menggunakan media chat elektronik (luring).

Pengurus akan menyusun hasil tanggapan seluruh anggota yang mengembalikan surat tanggapannya dan akan membuat kesimpulan serta dijadikan hasil putusan RAT yang mengikat kepada seluruh anggota.

“Hasil putusan tersebut akan disampaikan pada rapat paripurna yang akan dihadiri oleh perwakilan beberapa anggota,” jelasnya sembari menambahkan walaupun tidak sekomplit RAT biasa, tetapi rohnya sudah ada di sana.

Langkah ini dari segi efiseinsi juga dinilainya sangat efesien, baik dari sisi waktu dan dari segi tehnik apa yang ingin disampaikan juga tercapai.

Selain itu, dengan metoda ini anggota Koperasi Subhakti yang berjumlah 2.766 orang bisa tetap melaksanakan aktivitas di rumahnya.

“Jadi kita harus smart, tidak mengurangi makna dan kewajiban masing-masing terpenuhi. Kita harapkan anggota kita juga smart mengahadapi situasi apapun. Koperasi harus bisa, walau situasi sesulit apapun,” tegasnya.

Terkait kondisi Koperasi di tengah pandemi ini, pria yang sukses membidani lahirnya sejumlah koperasi di Kutsel ini memaparkan, saat ini secara finansial yang menjadi konsernya selaku pelaku yakni bisa bertahan saja sudah cukup, apalagi bisa meraih profit itu tentu sesuatu yang luar biasa.

Di sini kata dia diperlukan loyalitas sebagai anggota. Karena dalam kondisi pandemi saat ini hal itulah yang sangat diperlukan.

Loyalitas yang dimaksudkannya yakni karena tidak semua anggota konsumtif tapi juga ada kalangan jnvestor. Dimana diharapkan tetap loyal dan menaruh dananya di koperasi.”Jangan sampai saat ada kesulitan baru datang dan yang punya uang malah  mengambil dananya dari Koperasi dan ditempatkan di tempat lain. Kalau sudah bagus manajemennya dan menjaga, kita harus yakin bisa melewatinya bersama,” tegasnya.

Diapun mengajak Pengelelola dan manajenen serta anggota harus kuat dan bersatu padu melewati situasi sulit saat ini. BWN-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: