Minggu, 13 September 2020

Geliat LPD Bualu di Tengah Covid-19 Tumbuh Positif, Bidik Peluang Usaha Kawula Muda

Ketua LPD Bualu, Made Astika, SE

Badung,baliwakenews.com

PDAM


Sektor yang paling berdampak akibat pandemi covid-19 adalah dunia pariwisata. Hal ini tentu berdampak pula pada ekonomi Krama Desa Adat Bualu yang sebagain besar berkecimpung di sektor ini. Termasuk LPD Bualu sebagai penopang ekonomi krama setempat. Menariknya meski dalam situasi pandemi covid-19 masih mendera, kondisi LPD Bualu tetap landai bahkan sedikit mengalami pertumbuhan.


Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan krama Bualu selaku nasabah dan juga strategi yang diterapkan jajaran pengurus LPD ini. Bahkan LPD yang terkenal dengan moto membuminya yaitu dekat di desa dekat di hati ini juga mampu membantu krama dengan menyalurkan komponen sembako yang sudah diserahkan ke seluruh krama ngarep di 8 banjar yang ada. Termasuk juga lembaga lainnya di bawah desa adat.

Unwar


Diminta komentarnya akan kiat dan strategi yang dilakukan hingga mamu bertahan bahkan tumbuh di tengah pandemi, Ketua LPD Bualu, Made Astika, SE memaparkan ada beberapa hal yang melatarbelakangi kondisi tersebut. Ketua LPD yang meniti karirnya dari bawah ini memaparkan, pertama yang dilakukan di LPD Bualu adalah bagaimamna mempertahankan performance LPD tersebut. Karenanya sejak7 maret lalu pihaknya sudah membuat skema dimana pihaknya membuat semacam analisis terlait kekuatan, kelemahan, peluang termausk ancaman yang dihadapi LPD yang dipimpinnya.


“Puji dan syukur selama 3 bulan pandemi covid ini berjalan, LPD Bualu masih mampu bertahan. Artinya pertumbuhan LPD tetap berjalan positif. Baik dari aset, laba maupun simpanan warga masih tumbuh positif,” Papar Astika. Dia juga menyampaikan apresiasi, karena kondisi ini tercipta karena juga didukung oleh sikap krama selaku nasabah LPD yang tetap tenang dan tidak panik menyikapi pandemi ini, apalagi sampai menarik dananya secara besar-besaran.


Disinggung tentang penyerahan sembako ke krama Ngarep yang belum lama ini dilakukan, Astika mengungkapkan terkait penyerahan sembako ke beberapa pihak, pihaknya melakukan skema dengan merelokasikan anggaran. Diantaranya relokasi anggaran untuk Hut LPD, terus ada dana pujawali di LPD serta dana sosial sisa di tahun 2019 itulah yang rimanfaatkan. Melalui dana inilah terkumpul anggaran untuk penyakuran komponen sembako. Dimana untuk beras saja yang telah disalurkan mencapai 28 ton. Yang pertama disasar adalah warga gegem desa adat Bualu, selanjutnya kompnen lembaga yang ada di bawah desa adat Bualu.

Seperti Satgas Covid 19 di 8 banjar yang ada di desa adat bualu, termasuk para pecalang desa yang setiap malam menjaga keamanan desa. Selain itu juga bantuan sembako diberikan kepada Jro Mangku, Serati banten dan Sekaa Santi. Tujuannya adalah di tengah situasi yang sulit ini bagaimana kita berbagi dengan harapan ke depan LPD ini tetap dekat di hati masyarakat sesuai motonya dekat di desa, dekat di hati. Terkait strategi menhadapi covid, Astika mengatakan pihaknya juga sudah membuat skema dimana ketahanan LPD dalam menghadapi situasi ini ditarget bisa bertahan hingga Bulan September 2020. Jika pandemi ini terjadi melebihi dari bulan ini tentu akan membuat LPD kerepotan. Karenanya dia berharap pandemi ini tidak berlangsung terlalu jauh.

Terkait kondisi masyarakat yang hampir 99 persen menggantungkan dari sektor pariwisata yang terdampak covid 19 ini, pihaknya juga sudah mengambil langkah dengan memberikan penangguhan pembayaran pokok pinjaman kredit kepada krama yang menjadi nasabah LPD. Artinya masyarakat yang menjari nasabah ini diberikan kesempatan hanya membayar bunga saja selama situasi seperti ini. Memang diakuinya masyarakat yang menabung tidak trlalu banyak. Namun yang patut disyukuri adalah juga tidak ada penarikan dana secara besar besaran. Sehingga bisa dikatakan kondisi LPD sampai saat ini masih landai dan tidak terjadi fluktuasi yang tajam membuat nyaman pihaknya dalam bekerja. Bagaimana dengan kondisi likuiditas terkait pandemi ini? Terkait likuididtas memang harus dijaga betul. Karenanya seperti yang disampaikan, pihaknya melakukan analisis secara cermat akan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi akibat kodisi ini.

Dengan begitu roh lembaga keuangan yaitu Likuiditas LPD harus benar benar dijaga. Sampai saat ini, ditegaskannya kondisi likuiditas LPD Bualu masih aman. Karena sejauh ini masyarakat yang membayar bunga masih ada, dan tidak terjadi penarikan secara nesar beearan. Karenanya dia yakin kalau masyarakat bisa menerima dan memaklumi serta tidak panik menghadapi kondisi ini LPD akan tetap mampu bertahan. Apalagi dibantu dengan adanya penerapan pola kehidupan yang tadinya sedikit tinggi bisa diturunkan seperti saat ini. Ditanya apakah ada peluang yang dilirik LPD dalam situasi seprrti ini, Astika mengatakan, memang fenomena yang terjadi belakangan adalah banyaknya masyarakat yang beralih profesi menjadi pedagang. Namun tantangannya adalah di satu sisi masyarakat tidak boleh berkumpul sesuai SOP covid 19. Yang menjadi peluang kata dia justru apa yang dilakukan para generasi muda saat ini.

Dimana mereka yang tidak biasa berjualan sudah beralih ptofesi menjadi pedagang secara daring atau online. Hal ini juga menciptakan peluang yang menjanjikan jika digarap secara serius. Di sisi lain, nantinya jika pariwisata sudah menggeliat kembali juga akan memunculkan varian usaha baru yang tidak hanya bertumpu pada sektor ini. Harapanya kepada pemerintah bagaiamana bisa ikut menjaga dan memelihara atau mensuport bahkan membuat kebijakan yang membangkitkan usaha usaha LPD. Sehingga LPD menjadi tumpuan ekonomi msyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari hari.


Bagiamana LPD diibaratkanya seperti bonsai beringin, tidak besar tetapi kuat dan gampang dilihat. Meski dipangkas dan dipotong tetapi menjadi cantik dan mampu bertahan atau tidak roboh diterpa angin. Bahkan lama kelamaan menjadi hal yang mahal dan disukai banyak orang. “Harapan kami pemerintah nantinya bisa membuat regulasi yang benar-benar berpihak krpada LPD maupun ekonomi kecil lainnya sehingga kita bisa bangun semacam sinergi yang bagus dan kegiatan yang dilakukan bersinergi dengan baik,” harapnya. BW-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: