FP Unwar Latih IRT Desa Pesanggaran Olah Kulit Ikan Jadi Kerupuk

Tim FP Unwar bersama IRT Pembuat Kerupuk Kulit Ikan Tuna di Pesanggaran

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Potensi desa Pesanggaran, Kota Denpasar sebagai sentra produksi ikan memberi peluang tersendiri bagi masyarakat untuk mengolah limbah berupa kulit ikan. Kulit ikan diolah menjadi kerupuk ikan yang memiliki nilai gizi dan meningkatkan nilai ekonomisnya.

Untuk memproduksi kerupuk kulit ikan yang berkualitas, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Ir. Ni Made Darmadi, mengatakan penggunaan teknologi pengolahan pangan sangat dibutuhkan. Untuk membantu masyarakat Desa Pesanggaran yang mengolah kulit ikan menjadi kerupuk, pihaknya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami melatih Industri Rumah Tangga (IRT) Pembuat Kerupuk Kulit Ikan Tuna yang dikelola oleh Ibu Ni Wayan Sarini, Jalan Diponogoro Gg. Pantus Sari no 44 Pesanggaran, Denpasar. IRT binaan ini dibantu oleh empat karyawan tetap,” tutur Darmadi selakuvKetua Pelaksana yang didampingi anggota Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb dan Ir. Dewa Gede Semara Edi, M.Si serta melibatkan 3 orang Mahasiswa.

Dikatakan kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat dilaksanakan secara rutin oleh Perguruan Tinggi khususnya oleh Dosen yang bersifat wajib sebagai wujud pelaksanaan salah satu Darma Perguruan Tinggi. Setiap hasil Penelitian yang bersifat terapan seharusnya di sosialisasikan di masyarakat dalam bentuk kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat.

“Kegiatan Pengabdian kami harapkan dapat memberikan pemberdayaan dan memberikan bantuan kepada masyarakat sehingga kelompok masyarakat yang dijadikan mitra memang benar-benar mendapatkan pengetahuan dan vantuan untuk dapat melanjutkan usaha ke arah yang lebih maju,” tandasnya.

Lebih lanjut Darmadi mengatakan, Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Pesanggaran dilakukan dengan transfer teknologi tepat guna kepada mitra dalam memproduksi kerupuk kulit ikan sehingga kuantitas dan kualitas yang dihasilkan baik dan aman untuk dikonsumsi.

“Kami juga memberikan pemberdayaan bagi mitra dalam bentuk penyuluhan mengenai kewirausahaan, manajemen usaha, sanitasi dan higiene dalam proses produksi, pengemasan dan pemasaran produk serta membantu mitra dalam mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan dan BBPOM berupa Nomor PIRT dari Produk sehingga produk dari mitra dapat dipasarkan dengan jangkauan lebih luas dan bersifat Legal,” ungkapnya.

Pihaknya juga berupaya memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi, mendapatkan pengetahuan serta dapat meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan.*BWN-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: