Fokus Terpaksa Beralih ke Online Strategi Distro Bertahan Saat Pandemi

Istimewa Bertahan: Tiga Sekawan Pengusaha muda asal Legian yang berupaya mempertahankan usahanya di tengah covid-19.

Badung, baliwakenews.com

PDAM

Legian sebagai daerah pariwsata memang sangat menjanjikan untuk membangun usaha. Seperti halnya toko pakaian atau destro yang banyak berjejer di sepanjang jalan legian. Namun karena pandemi korona yang melanda hampir seluruh dunia, sektor pariwisatapun mati suri, termasuk berbagai usaha terkait. Untuk bisa bertahan selama pandemi sejumlah pengusahapun putar otak mencari strategi baru dalam memasarkan produknya.

Seperti halnya tiga sekawan asal Legian, produsen pakaian bermerek HUCK yang kini berjibaku untuk bisa tetap bertahan di tengah masa pandemi Covid-19 ini. Tiga sekawan ini yaitu yakni I Gede Oka Sugandhi (29), Nyoman Astawa (30) dan I Wayan Yoga Adi Surya (29). Metode penjualan konvensional yang sedang berada fase kurang menjanjikan, memaksa mereka untuk lebih fokus bermain di dunia marketplace alias secara online.

Unwar

Menurut Oka Sugandhi, mereka membuka usaha tersebut sekitar 11 tahun lalu. Berawal dari iseng-iseng. ternyata mendapat respon luar biasa dari pasar, hingga masih bisa bertaham hingga saat ini. Hanya saja, pandemi Covid-19 benar-benar memaksa pihaknya harus mencari jalan alternatif. “Kami coba untuk beralih dan lebih fokus ke online atau marketplace,” ujar Oka Sugandhi. Meskipun diakuinya hasilnya masih belum sebanding dengan penjualan di kondisi normal. Namun alternatif ini dipandangnya cukup menjanjikan ke depan. Karena itulah, untuk sementara waktu mereka fokus pada penjualan online dan menutup toko yang dimiliki. “Jadi kami belum berani lakukan produksi baru lagi. Kami habiskan dahulu stok yang ada,” ungkap Oka bersama dua kawannya.

Untuk kondisi normal, selama ini produk HUCK kata dia lebih cenderung diminati pembeli warga negara asing. “Perbandingan persentasenya yakni 70:30 persen. Sementara jika saat ini, jualan via online, kebanyakan pembeli berasal dari daerah-daerah luar Bali, seperti Banyuwangi,” bebernya. Didampingi seorang tokoh LPM Legian Ketilut Sentanu yang aktif memotivasi mereka, Oka Sugandhi menambahkan, untuk saat ini, karena sudah memasuki era Bali baru, kemungkinan mereka akan membuka tokonya kembali mulai bulan depan.

Usaha produk pakaian dan aksesori yang didirikan sejak tahun 2009 sambung dia awalnya hanya dengan modalRp 1,5 juta dan terus berkembang. Disinggung tentang dukungan pemerintag, mereka tidak memungkiri kalau bantuan pemerintah ini sangatlah diharapkan. Terlebih belakangan ada informasi tentang penyerahan bantuan oleh Pemkab Badung kepada pelaku usaha UMKM. Pihaknya tentu akan sangat mengapresiasi seandianya bantuan tersebut bisa menyentuh usaha mereka. BW-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: