Minggu, 13 September 2020

Edarkan dan Cetak Uang Palsu, Pria Asal Gianyar Diringkus Polda Bali

DITANGKAP-Dewa Agus Putra Yasa alias Dewa Putra (29) dibekuk di salah satu rumah di Jalan Raya Sapat, Tegalalang, Gianyar, Senin (27/4) sekitar pukul 18.00.

Gianyar, baliwakenews.com

PDAM

Dewa Agus Putra Yasa alias Dewa Putra (29) dibekuk polisi di salah satu rumah di Jalan Raya Sapat, Tegalalang, Gianyar, Senin (27/4/2020) sekitar pukul 18.00. Pria asal Tegalalang itu, diburu polisi lantaran terlibat kasus pengedar dan pencetak uang palsu.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan, kasus tersebut terungkap berdasarkan laporan korban I Putu Novi Widuantara (32) pada Senin 27 April 2020. Awalnya korban menjual HP melalui akun facebook. Lalu tersangka menyepakati membeli HP itu seharga Rp 900 ribu, lalu dilakukan transaksi di areal Parkir Pasar Blahkiuh, Abiansemal, Badung, Jumat (24/4/2020) sekira pukul 19.00. “Keesokan harinya korban baru menyadari jika uang yang diterima adalah palsu,” terangnya, Selasa (28/4/2020).

Unwar

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan di seputaran Badung dan Gianyar. Selanjutnya tersangka ditangkap di salah satu rumah di Jalan Raya Sapat, Tegalalang, Gianyar. Setelah diintrogasi, tersangka mengakui perbuatanya telah membuat dan mengedarkan uang palsu pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu. “Tersangka juga sempat membuat uang palsu dalam bentuk dolar namun gagal. Karena lebih sulit dari pada memalsukan uang rupiah,” kata Kombes Andi.

Tersangka mengedarkan uang palsu dengan cara membelanjakannya di beberapa toko di wilayah Petulu, Mas, Blahbatuh Gianyar dan dipakai membeli rokok, bensin dan kebutuhan lainnya. “Modusnya, tersangka membuat uang palsu dan mengedarkan dengan cara membelanjakannya untuk membeli beberapa kebutuhan,” ungkap Kombes Andi.

Dari tangan tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti, seperti printer warna merk Cannon, gunting, uang palsu sejumlah Rp 5.750.000 yang terdiri dari 46 lembar pecahan seratus ribu dan 23 lembar lima puluh ribu, uang asli Rp 800.000 yang digunakan sebagai master untuk dicetak dan dipalsukan, dua lembar uang dolar AS palsu, satu lembar uang dolar Hongaria pecahan 1000 dollar dan satu buah HP. “Cara tersangka membuat uang palsu itu, digandakan melalui printer dengan kertas biasa. Kalau teliti uang palsu ini sangat mudah dibedakan. Sebab kertas yang dipakai kertas biasa,” ujarnya. BW-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: