Diskerpus Badung Buat Inovasi Program Inlislite dan Perpustakaan Berinklusi Sosial

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung Ni Wayan Kristiani menyerahkan bantuan penerapan perpustakaan berinklusi sosial bertempat di Gedung Sastra Mangutama, Rabu (10/6) kemarin.

Mangupura, baliwakenews.com

PDAM

Disaat mewabahnya pandemi Covid-19, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung tidak tinggal diam untuk terus berinovasi agar mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat. Langkah dan inovasi yang telah dilakukan yaitu dengan membuat Program Inlislite dan Perpustakaan Berinklusi Sosial.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung, Ni Wayan Kristiani, Rabu (10/6) kemarin, di Puspem Badung mengatakan, dengan adanya Gedung Layanan Sastra Mangutama di Diskerpus Badung, masyarakat yang berkunjung ke Perpustakaan semakin meningkat. Namun sejak munculnya wabah Covid-19 mengharuskan Diskerpus mentaati himbauan pemerintah dengan sementara menutup perpustakaan serta menerapkan protokol kesehatan. Untuk tidak menyurutkan minat baca pemustaka, Diskerpus memberikan layanan langsung ke masyarakat untuk menaati physical distancing melalui inovasi Program Inlislite sebagai perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan Diskerpus guna kemudahan layanan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sumber  informasi kepada masyarakat Badung yang berkunjung ke perpustakaan bahwa Diskerpus telah mempergunakan layanan Inlislite. “Program ini sebagai wujud inovasi baru dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam menyiapkan  kemudahan layanan yang disediakan untuk pemustaka,” katanya seraya menambahkan tujuan dari aplikasi ini untuk mempermudah pemustaka mendapatkan pelayanan, disamping meningkatkan minat baca masyarakat.

Unwar

Selain itu, pihaknya tengah mencoba membuat suatu penelitian sederhana yang akan digagas sebagai suatu kegiatan pelaksanaan perpustakaan berinklusi sosial. Inklusi sosial adalah memandang perpustakaan sebagai sub sistem pembangunan sosial kemasyarakatan, sehingga perpustakaan dirancang agar memiliki nilai kemanfaatan tinggi bagi masyarakat. “Melalui pendekatan inklusif ini perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan,” terangnya.

Dikatakan kegiatan ini dirancang untuk keluarga yang terdampak Covid-19. Telah ditetapkan 2 (dua) keluarga yaitu keluarga I Gusti Ngurah Darma Putra Wijaya asal Penarungan, Pekerja Pariwisata diberhentikan dari bulan Maret 2020, serta keluarga I Made Suardika dari Mengwi tempat kerja Restoran Ubud diberhentikan dari tempat kerjanya dari bulan Maret lalu. Dan untuk mendukung program ini telah diserahkan bantuan penerapan perpustakaan berinklusi sosial berupa tong sale, bibit lele dan bibit sayur serta dana pemeliharaan bertempat di Gedung Sastra Mangutama Diskerpus. “Keluarga inilah yang kami latih untuk dapat menggetoktularkan kepada keluarga yang terdampak lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan selama penerapan work from home dan work from office, para Pejabat Fungsional Pustakawan yang bertugas di Gedung Layanan Sastra Mangutama, telah banyak yang dapat dikerjakan. Seperti menyelesaikan jaringan Pogram Inlislite berbasis Web, membuat Penutup Wajah (Face Shield) yang dikerjakan oleh seluruh karyawan dan karyawati Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung dimana hasilnya telah diserahkan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung sebanyak 300 buah. (HB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: