Selasa, 22 September 2020

Disdikpora Badung Siapkan Pola Pembelajaran “New Normal”

Kadisdikpora Badung, I Ketut Widia Astika

Mangupura,baliwakenews.com

PDAM

Persiapan untuk menghadapai kehidupan normal baru (new normal) dalam dunia pendidikan mulai dipersiapakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung. Bahkan skenario untuk proses belajar tetap jalan meski wabah Korona masih berlangsung juga mulai dipikirkan. Sehingga standar operasional prosedur (SOP) kesehatan tetap dilakukan dan pembelajaran di sekolah juga bisa berjalan beriringan.

Kadisdikpora Badung, I Ketut Widia Astika mengatakan pihaknya telah mendapat petunjuk dari pimpinan. “Ini jadi PR kami. Sesuai petunjuk Bapak Sekda, agar merancang sistem belajar saat new normal seperti apa,” katanya, Jumat (29/5).

Unwar

Salah satu yang masih dirancang yakni soal rombongan belajar (rombel) dalam satu ruang kelas. Karena pembatasan jarak atau physical distancing, kemungkinan siswa yang masuk dalam satu ruang kelas dikurangi separo. “Jadi setengahnya ini mau dibawa kemana, ini yang kami juga pikirkan. Karena menambah ruangan juga tidak mungkin. Itu pekerjaan fisik dan perlu jangka waktu panjang,” jelasnya.

Tak menutup kemungkinan akan diterapkan sistem shift. Demikian pula jam belajar di sekolah dikurangi. Sisanya akan guru akan mengajar lewat online. “Sehingga physical distancing jalan, pembelajaran juga jalan,” papar Widia Astika.

Yang jelas, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menurutnya tetap berlangsung meski belum dipastikan waktu mulainya tahun ajaran baru 2020/2021. “Anggaplah misalnya sesuai kalender Juli 2020 sudah mulai tahun ajaran baru, agar kami tidak kelabakan nantinya. Sehingga PPDB tetap jalan, sambil menunggu kepastian dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Adapun PPDB di Kabupaten Badung digelar melalui dalam jaringan (daring) atau online. “Kami lakukan secara daring untuk menghindari kerumunan massa, sesuai arahan pemerintah pusat,” lanjut pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini.

Jalur penerimaan masih ada empat, yakni jalur afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua, dan jalur zonasi. “Tetap itu. Persentasenya di Badung, untuk jalur zonasi ada sekitar 70 persen,” katanya.

Sementara untuk tahun ajaran sesuai kalender Pemprov Bali, belum ada perubahan. Namun pihaknya tetap menunggu arahan lebih lanjut, termasuk dari pusat. “Karena tadi pagi saya juga menyimak di media sosial ada permintaan orang tua kepada Pak Menteri agar memundurkan tahun ajaran,” tandasnya. BW-05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: