Di GKPB Jemaat Kristus Kasih, Peringatan Isa Almasih Dipandu Dalam Video

Di GKPB Jemaat Kristus Kasih, Peringatan Isa Almasih Dipandu Dalam Video

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Perayaan kenaikan Isa Almasih pada Kamis (21/5) di Denpasar berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Di Gereja Kristen Protestan Bali Jemaat Kristus Kasih misalnya, umat tidak datang ke gereja, namun melakukan doa di rumah masing-masing.

Perayaan ini difasilitas pembina umat dengan menyediakan panduan doa berupa rekaman video dan liturgi cetak. Demikian dikatakan Wakil Ketua Jemaat GKPB Jemaat Kristus Kasih, Pendeta Ni Luh Yuni Ambarawati S.si, ditemui di GKPB Jemaat Kristus Kasih, Jl. Debes No. 6, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar.

Unwar

“Kami siapkan berupa video untuk jemaat yang beribadah di rumah, dan tata liturgi kami siapkan juga bagi yang mampu memimpin ibadah di rumah tangganya masing-masing,” ujarnya didampingi majelis jemaat, Lende Tanggela.

Mengenai proses kreatif pembuatan video, Pendeta Yuni mengatakan ini dilakukan dengan memaksimalkan momentum pertemuan. Dalam satu kali pertemuan, dapat dilakukan pengambilan video dengan materi yang beragam.

“Kita rekaman dulu, baru nanti tim media kami yang mengelola. Termasuk mengatur jadwal tayangnya,” jelasnya. Langkah ini dilakukan dalam rangka mendukung Pemerintah Provinsi Bali dalam percepatan penanggulangan Covid-19.

Pendeta Yuni mengatakan, tema perayaan Isa Almasih kali ini juga terkait dengan fenomena pandemi Covid-19, yakni “Janganlah Takut, Bersatulah dan Tetaplah Bersaksi dengan Kuasa Roh Kudus”.

Ia menerangkan, ada dua pesan yang dikandung dalam tema tersebut. Pertama, mengajak jemaat agar tetap beriman, khusunya dalam menghadapi pandemi Covid-19, karena pandemi ini merupakan tantangan bersama umat manusia.

Kedua, sebagai pembina umat pihaknya menanamkan agar tetap setia dalam segala kondisi, saling tolong menolong untuk kepentingan bersama. ”Bersatu, bukan secara fisik, tapi bersatu dalam iman dan berdoa agar pandemi ini bisa diatasi. Semoga umat dapat mengatasi apapun yang terjadi,” tutup Pendeta Yuni. BW-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: