Dapat Penghargaan Koperasi Terbaik se-Bali, Ini Kata Kepala Pengurus KSP Ema Duta Mandiri

Kepala Pengurus KSP Ema Duta Mandiri I Wayan Murja, S.E., MM., menunjukkan penghargaan yang diraih

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Koperasi Simpan Pinjam Ema Duta Mandiri  (KSP EDM), menerima penghargaan Peringkat I Koperasi Dengan Kinerja Terbaik Tingkat Provinsi Bali 2020. Penghargaan diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster, saat peringatan Hari Koperasi ke-73  dan Hari UMKM Nasional  ke -5, pada Selasa (14/7/2020) di Gedung Wiswasaba Utama, Kantor Gubernur Bali.

Kepala Pengurus KSP EDM, I Wayan Murja, S.E., MM., mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang raih untuk keduakalinya tersebut. Selain tingkat provinsi, KSP EDM juga  terpilih sebagai KSP berprestasi tingkat Nasional. “Ini sangat luar biasa bagi kami, dan tentunya menjadi motivasi untuk lebih baik lagi kedepannya. Semua ini tidak lepas dari kepercayaan anggota dan kerja keras pengurus,” ucap Wayan Murja.

Unwar

Ditengah pandemi Covid-19 ini, diakui menjadi tantangan besar bagi koperasi. “Untuk bisa bertahan di tengah krisis global ini, koperasi harus mewaspadai penarikan – penarikan simpanan, menjaga efisiensi, mengatur likuiditas, dan ‘kontigensi plan,” terangnya.

Lebih lanjut dipaparkan, ‘kontigensi plan’ yaitu koperasi ketika terjadi suatu krisis kekurangan dana, koperasi mampu untuk segera membangkitkan dirinya. Misalkan dipercaya oleh perbankan untuk melakukan pinjaman – pinjaman, juga instalasi lain seperti LPDB.

Diakui, banyak koperasi yang mengalami kesulitan likuiditas dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Namun Wayan Murja kembali mengingatkan masyarakat akan jati diri koperasi. “Yang pertama koperasi ini dibentuk dari, oleh dan untuk anggota. Sehingga dalam kondisi ini, loyalitas dari anggota sangat diperlukan,” tandas Wayan Murja.

Pria asli Gianyar ini menegaskan,  manakala terjadi pandemi Covid-19 seperti saat ini yang mempengaruhi kondisi perekonomian secara keseluruhan, maka loyalitas itu yang harus ditunjukkan anggota agar koperasi mampu bertahan. Saat koperasi kesulitan likuiditas, maka anggota harus mengendalikan penarikannya jangan justru kehilangan kepercayaannya. “Kalau sampai kehilangan kepercayaan, kemudian anggota berlomba- lomba melakukan penarikan dananya, ini yang sangat beresiko bagi koperasi dan harus dihindari. Padahal sebenarnya, kondisi Koperasi tidak seburuk itu tapi karena kehilangan kepercayaan diri anggota yang takut dananya hilang,” ungkapnya.

Pengurus juga harus betul-betul mempertanggungjawabkan keuangan dengan baik. “Dan saat terjadi krisis keuangan seperti ini, pengeluaran dana untuk pinjaman harus dikurangi, efisiensi harus dijaga, misalnya program – program yang mengeluarkan dana besar harus ditunda dulu, pengaturan hal tersebut antara pengurus dan anggota harus berjalan dengan baik,” pungkas Wayan Murja. BWN-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: