Dana Stimulus Rangsang Koperasi Beri Layanan Prima Ditengah Pandemi Covid-19

Penasehat KSU Kori Amerta Sedana, Dr. Putu Sarjana, SE., MSi.

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Pemerintah Provinsi Bali, beberapa waktu lalu telah menyalurkan stimulus bagi gerakan koperasi, guna merangsang pertumbuhan koperasi di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut direspon positif penasehat KSU Kori Amerta Sedana, Dr. Putu Sarjana, SE., MSi., meski demikian ia berharap pemerintah melalui Dinas Koperasi dapat memberikan perhatian kepada koperasi yang kesulitan likuiditas akibat pandemi tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (4/7) sarjana mengatakan banyak koperasi yang mengalami kesulitan likuiditas karena dana yang dihimpun dari anggota sebagai besar telah disalurkan dalam bentuk kredit. “Banyak orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 ini, sehingga mereka menarik simpanannya di koperasi. Sedangkan anggota yang mengambil kredit tidak mampu melunasi, makanya banyak koperasi yang kelimpungan mencari dana segar,” tutur Sarjana.

Unwar

Dikatakan hampir semua sektor terkena imbas baik secara finansial maupun aspek-aspek yang lainnya. Pandemi Covid-19 juga mempengaruhi kinerja koperasi. “Ini tantangan berat buat koperasi, ketika dia ingin tetap memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat tetapi karena harus mengikuti atur protokol kesehatan pelayanan jadi kurang optimal,” ungkap pria yang menjabat Dekan Fakultas hukum Universitas Hindu Indonesia tersebut.

Dampaknya tentu pada himpunan modal yang dilakukan kepada masyarakat otomatis berkurang, selain karena kemampuan masyarakat menabung menurun di tengah pandemi ini. Yang kedua juga penyaluran kredit dan terakhir adalah bagaimana kredit yang sudah tersalurkan tidak bisa kemudian ditarik secara maksimal pada masyarakat karena masyarakat sendiri juga kesusahan dalam kaitan dengan memenuhi kewajiban-kewajiban yang seharusnya menjadi tanggung jawab.

Terkait upaya pemerintah dalam melakukan penyegaran melalui stimulus, Sarjana mengatakan sangat salut dengan Gubernur. “Bantuan yang dilakukan kepada Koperasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang jelas memberikan sebuah semangat kepada gerakan koperasi. Bahwa pemerintah juga telah memiliki kepedulian terhadap kinerja koperasi dan memotivasi agar koperasi tetap menjadi bagian soko guru perekonomian masyarakat,” tukasnya.

Meski diakui besaran stimulus yang diberikan tidak begitu besar, tetapi itu adalah sebuah motivasi bagi gerakan koperasi. “Semoga Bapak Gubernur terus membuat kebijakan dalam membantu dan mengupayakan bagaimana ekonomi rakyat kecil bisa terbangun dari rangsangan – rangsang yang diberikan. Pemerintah juga perlu membangun kesadaran masyarakat, dalam upaya agar mereka bisa tetap bertahan walaupun kesusahan,” tandas Sarjana.

Sementara bagi gerakan koperasi yang belum mendapatkan stimulus, Sarjana mengatakan bila dikelola dengan profesional dan memenuhi ketentuan gerakan koperasi pasti akan mendapatkan stimulus. “Tapi banyak koperasi yang belum memenuhi ketentuan dan dikelola dengan asal – asalan, sehingga tidak memenuhi syarat untuk menerima bantuan. Kedepan ini yang harus diperbaiki dan mendapat pendampingan oleh dinas koperasi, sehingga mereka dapat menjadi koperasi yang profesional dalam segi pengelolaan,” pungkas Sarjana.*BW-09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: