Cegah Covid 19, Ungasan Perketat Pengawasn Bedeng dan Kos-Kosan Satgas Rutin Lakukan Penyemprotan

Bergerak Bersama: Satgas GR Covid 19 Desa Adat Ungasan saat mendpat pengarahan sebelum turun ke lapangan.

Ungasan, baliwakenews.com
Bendesa Adat Ungasan, Wayan Disel Astawa bersama Aparat Desa Dinas dan unsur terkait lainnya benar-benar berupaya keras menjaga wilayahnya agar tehindar dari penyebaran Covid 19. Selain gencar melalukan sosialisasi ke masyarakat lewat Satgas gotong royong Covid 19 Ungasan yang telah dibentuk, dia juga mengeluarkan sejumlah imbauan ke masyarakat agar mentaati anjuran pemerintah.
Bahkan dia memperketat pengawasan terhadap para penghuni kontarakan dan kos-kosan serta bedeng yang banyak ada di Ungasan. Lewat surat edaran yang disebar dia mengingatkan kepada mereka agar tidak bertamu maupun menerima tamu selama darurat covid 19 ini.
“Ini untuk mencegah terjadinya kerumunan, maka kami minta selama darurat Covid ini agar tidak menerima tamu ataupun bertamu,” tegasnya, Selasa (14/4).

PDAM

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah WhatsApp-Image-2020-04-14-at-4.50.04-PM-1024x602.jpeg
Pihaknya bersama desa dinas terus mengambil langkah pencegahan covid 19 di wilayahnya. Selain melalukan penyemprotan disinfektan melalui Satgas dan unsur terkait lainnya, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke pasar-pasar. Selain mengimbau agar mengenakan masker, pedagang dan pembeli juga diminta menerapkan pola hidup sehat dan bersih.
Sedangkan untuk pekerja migran yang baru datang, pihaknya menyarankan diakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.
“Selama karantina akan diawasi olah Pak Kelian Banjar dan Dinas dan ini sudah berjalan,” ujar Anggota Dewan Propinsi Bali ini.
Upaya yang dilakukan ini sambung Disel juga melibatkan berbagai komponen, termasuk sejumlah pengusaha dan dua annggota Dewan Badung asal Ungasan Wayan Sugita Putra dan Ketut Suweni.
Sedangkan untuk pengawasan jam buka pedagang yaitu Pukul 21.00 Wita terus dilakukan Satgas bersama unsur keamanan lainnya baik dari desa adat maupun desa dinas.
Bukan itu saja, pihaknya juga sudah menyiapkan skema, jika covid 19 ini masih berlangsung lewat 21 April, akan dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada warga yang terdampak secara ekonomi.
“Kami sudah rancang nantinya bersama koperasi akan memberikan sembako ke krama ngarep jika lewat 21 April darurat covid ini masih berlangsung,” papar Disel sembari mengharapkan kepada masyarakat agar mematuhi imbauan yang disampaikan pemerintah maupun desa adat agar Penyebaran covid 19 ini bisa dicegah dan dunia terbebas dari wabah ini.
Ketua Satgas GR Covid 19 Desa Adat Unagsan, Wayan Suata menambahkan pihaknya selaku satgas terus bergerak melakukan pencegahan di lapangan. Salah satunya dengan rutin melakukan penyemprotan disinfektan baik di jalan utama maupun gang-gang dan rumah warga. “Syukur hingga kini di Ungasan tidak ada warga yang positif covid 19. Kami harap warga jangan resah dan percaya dengan berita yang tidak jelas,” ajaknya.
Penyemprotan yang dilakukannya dimulai sehari setelah Satgas dibentuk. Dengan koordinasi bersama desa adat dan dinas pihaknya melakukan penyemprotan mengunakan mobil Pecalang dan Limas. Sedangkan peralatan penyemprotan meminjam dari warga. “Kami tidak kenal lelah dan tidak akan pernah menyerah, karena mencegah lebih baik dari pada kita terpapar. Semua demi desa dan masyarkat agar terhindar dari wabah ini,” tegas Suata. BW-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: