Bertepatan Hari Lahir Pancasila Rai Wirajaya dan BI Serahkan 1.200 Paket Sembako

SERAHKAN BANTUAN – Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya dan Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho saat menyerahkan 1.200 paket sembako kepada organisasi dan Kelompok Masyarakat, Senin (1/6) di Denpasar.

Denpasar, baliwakenews.com

PDAM

Anggota Komisi XI DPR RI asal Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya terus berupaya membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Aksi kemanusiaan ini, menyentuh berbagai pihak yang memerlukan. Kali ini, bertepatan dengan peringatan Hari lahirnya Pancasila, Senin, (1/6/2020), Rai Wirajaya bersama Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI), Trisno Nugroho menyerahkan 1.200 paket sembako kepada 10 organisasi atau kelompok masyarakat secara simbolis dilakukan di Gedung Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Provinsi Bali, Jalan Kapten Tantular, Niti Mandala Renon Denpasar.

Unwar

Penyerahan paket sembako ini, dikoordinasikan dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, yang mengajukan daftar penerima bantuan yang ada di Bali.

Menurut Rai Wirajaya, pemberian bantuan sembako ini dilakukan pada saat ini, untuk memfokuskan diberikan kepada banyak masyarakat yang tercecer. Banyak pihak yang telah memiliki program membantu masyarakat yang dilaksanakan pada awal pandemi ini terjadi, namun masih ada banyak yang tercecer.

‘’Untuk itulah, kami bergerak bersama menjangkau mereka. Seperti yang dilakukan gerakan Pramuka Bali yang dikomandoi Satgas Covid-19 Kwarda Bali, yang akan membuka pendaftaran untuk mereka yang tercecer mendapatkan bantuan. Kami akan support gerakan kemanusian Pramuka ini dengan tambahan bantuan paket sembako menjadi 300 paket,’’ ujar Rai Wirajaya.

Selain Gerakan Pramuka di Bali, DPD Peradah Bali yang memiliki program kemanusian juga diberikan 100 paket sembako. Demikian pula, Bandan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Unud juga mendapat support untuk melakukan gerakan kemanusian. Perumda Pasar Sewakadarma dan Perumda Bukti Praja Sewakadarma Kota Denpasar juga diberikan bantuan paket sembako, dengan maksud menyentuh para karyawan Perumda yang membutuhkan.

Selain itu, sejumlah banjar adat seperti Banjar Kaja Desa Adat Sesetan, Banjar Kubu Delod Tukad Desa Adat Sesetan, Banjar Buana Agung Desa Adat Padangsambian dan Banjar Pagutan Desa Adat Padangsambian juga diberikan 100 paket sembako. Ada satu paguyuban warga, Paguyuban Sedulur Kediri yang ada di Bali, juga mendapat bantuan sembako.

‘’Kami berterima kasih kepada BI yang telah mengucurkan 800 paket sembako. Kami bisa ikut urun sebanyak 400 paket. Jadi total 1.200 yang kami bagikan hari ini,’’ ungkap Rai Wirajaya yang akrab dipanggil Gung Rai ini.

Ditambahkannya, kasus Covid-19 di Bali kini mulai landai tapi kebutuhan masyarakat akan sembako tetap harus diperhatikan. Ia mengaku sebenarnya banyak permintaan, tapi karena keterbatasan kemampuan, jadi berlahan bantuan ini disalurkan dan diusahakan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ‘’Kami tak ingin diawal grasa-grusu, tapi kami bertahap. Terutama saat-saat seperti ini, di saat yang lain mengendor. Kami berusaha terus memberikan bantuan bagi yang tercecer,’’ jelas Gung Rai.

Sementara itu, Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho, mengatakan bantuan sembako ini saat ini masih dibutuhkan masyarakat Bali. ‘’Dengan bantuan ini, paling tidak masyarakat mampu bertahan sambil menunggu situasi New Normal,’’ ujarnya.

Ketua DPN Peradah Bali, I Gede Ariawan mengatakan pihaknya bersama DPD Peradah Bali telah merupaya mengajukan permohonan bantuan sesuai dengan mereka yang membutuhkan. ‘’Kami berharap ada pihak-pihak lain yang ikut peduli untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Bali, I Made Rentin mengatakan pihaknya telah melakukan pemberian bantuan sosial ini dua tahap. Support dari Bapak Rai Wirajaya dan BI ini, akan masuk ke tahap III. ‘’Di tahap III ini, kami menggunakan teknologi informasi berbasis internet untuk membuka pendaftaran di seluruh Bali, bagi masyarakat yang tercecer belum menerima bantuan. Dengan berbasis NIK, supaya tidak ada yang dobel dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,’’ tandasnya. BW-07

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: