Badung Gencarkan Operasi Pasar dan Pasar Murah di Lapangan lagoon Nusa Dua

Wabup Suiasa saat memimpin operasi pasar yang kedua di lapangan Lagoon Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (22/5).

Mangupura, baliwakenews.com

PDAM

Untuk memastikan kestabilan harga  komoditas bahan pokok masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan menjelang Lebaran, dimana setelah sebelumnya menggelar operasi pasar di Ungasan, Pemerintah Kabupaten Badung kembali menggelar operasi pasar yang kedua di lapangan Lagoon Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (22/5). Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa didampingi oleh Kepala Divisi Regional Bulog Provinsi Bali Suhardi, Anggota DPRD Kabupaten Badung Wayan Luwir Wiana, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Made Widiana, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta dan Lurah Benoa Wayan Karang Subawa.

Unwar

Wabup Suiasa menerangkan, operasi pasar ini merupakan upaya meringankankan beban masyarakat dan mengendalikan harga kebutuhan pokok agar stabil di masa pandemi Covid-19 dan menjelang Lebaran. “Operasi pasar ini kita lakukan di enam kecamatan se-Badung, bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan di masa pandemik Covid-19 dan menjelang Lebaran,” katanya.

Wabup Suiasa juga memastikan bahwa stok kebutuhan pokok untuk enam bulan kedepan masih aman. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat agar membangun soliditas antar semua elemen, dengan saling memperhatikan harga pangan di Badung agar tidak terjadi penimbunan dan kenaikan harga.

“Setidaknya kita masih bisa menekan inflasi dalam situasi seperti ini, dalam operasi pasar sekaligus pasar murah ini kita tetap menerapkan protokol kesehatan dimana tadi masyarakat sebelum melakukan transaksi tetap terlebih dahulu mencuci tangan, cek suhu tubuh, jaga jarak dan menggunakan masker,” ajaknya.

Dilain sisi Kepala Divisi Regional Bulog Provinsi Bali Suhardi menerangkan saat ini pihaknya hadir untuk membantu masyarakat di masa pendemi Covid-19 dan menjelang Lebaran. Dimana ketika kondisi masyarakat mengalami daya beli yang rendah, pemerintah harus memastikan ketersediaan, keterjangkuan dan stabilitas harga. “Dalam giat operasi pasar ini kita menyediakan bahan pokok yang terdiri dari Beras 5 kg dengan harga Rp. 52.500, Beras 10 kg dengan harga Rp. 102.000, Minyak kemasan 1 ltr dengan harga Rp. 12.500, Gula pasir 1 kg dengan dengan harga Rp. 12.500, Tepung 1 kg dengan harga Rp. 8.000 dan Beras merah 1 kg dengan harga Rp. 23.500,” jelasnya. (HB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: